Kronologi 3 ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, RI Minta Penyelidikan

17 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mendorong penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan kapal tugboat berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz, Timur Tengah, ketika perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel pecah.

Insiden yang terjadi pada Jumat (6/3) itu menyebabkan tiga dari empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) di tugboat tersebut hilang. Sementara itu, satu WNI lainnya selamat dan tengah menjalani perawatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perwakilan RI juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Pada 7 Maret 2026, perusahaan telah membawa korban selamat ke Abu Dhabi, termasuk 1 WNI. KBRI telah bertemu dengan WNI tersebut dan memberikan pendampingan kekonsuleran," bunyi pernyataan Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi pada Minggu (8/3).

KBRI di Abdu Dhabi dan KBRI Muscat terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat untuk mengawal proses pencarian ketiga WNI tersebut.

"Saat ini KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang, memastikan perawatan 1 WNI selamat dan menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia," papar KBRI Abu Dhabi menambahkan.

Kapal tugboat berbendera UEA itu bernama Musaffah 2. Kapal tenggelam di antara perairan UEA dan Oman sekitar puku 02.00 waktu setempat pada Jumat.

[Gambas:Video CNN]

"Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini," kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, melalui pernyataan, Minggu (8/3).

Heni mengatakan ada 4 WNI yang berada dalam kapal tersebut. Dilaporkan 1 WNI dalam keadaan selamat mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit. Sementara 3 WNI lainnya, masih dalam proses pencarian.

"Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. 4 awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian," ujar Heni.

"Khusus kondisi awak 4 awak WNI, 1 WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan 3 WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," sambungnya.

Heni mengatakan ada satu WNI lain saat kejadian berlangsung. Namun, WNI itu berada di kapal berbeda dan dalam kondisi selamat.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |