Jakarta, CNN Indonesia --
Atase Kejaksaan KBRI Bangkok, Olivia Sembiring, menerima apresiasi Outstanding Legal Diplomatic Officer in Transnational Crime Protection and International Legal Cooperation pada ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026, Selasa (5/5).
Ajang bertema "Empowered Women, Empowering The Nation" ini menyoroti kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor strategis. Menerima penghargaan secara langsung dari Presiden Direktur CNN Indonesia, Titin Rosmasari, Olivia dinilai menunjukkan dedikasi tinggi dalam diplomasi hukum serta perlindungan WNI di Tailan di tengah kompleksitas kejahatan lintas negara.
Dengan dedikasi tinggi, Olivia bersungguh-sungguh menjalani profesinya, memberikan perlindungan hukum bagi WNI di Tailan. Menghadapi berbagai kasus lintas negara, ia konsisten menyediakan pendampingan hukum, serta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menangani ratusan kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu hal yang selalu dijunjung Olivia, adalah pemenuhan hak dan keadilan bagi Warga Negara Indonesia, sekalipun hal itu dilakukan di tengah berbagai kondisi, termasuk risiko yang dapat membahayakan.
"Pekerjaan sebagai jaksa adalah pekerjaan yang mulia, karena perempuan bisa berkontribusi dengan bekerja, terutama posisi saya sekarang sebagai atase Kejaksaan di Bangkok. Kita bisa berkontribusi untuk melindungi Warga Negara Indonesia, WNI, perempuan-perempuan Indonesia terutama," tutur Olivia usai menerima penghargaan.
Olivia Sembiring mengawali kariernya di Kejaksaan Agung RI pada 2003 setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Sumatra Utara dan Universitas Indonesia. Ia mulai bertugas sebagai jaksa pada 2006 di Kejaksaan Negeri Serang.
Sepanjang karier, Olivia telah menempati berbagai posisi strategis, antara lain sebagai anggota Satuan Tugas Anti-Terorisme dan Kejahatan Transnasional, serta jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus korupsi dan pencucian uang.
Lalu, sebagai staf di bidang kerja sama internasional Kejaksaan Agung, termasuk penanganan ekstradisi lintas negara; hingga menjadi anggota satuan tugas penanganan kejahatan siber dan pembuktian elektronik.
Selain Olivia, terdapat dua jaksa perempuan lain yang juga meraih penghargaan Leading Women Awards 2026, masing-masing adalah Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, serta Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura, Mahayu Dian Suryandari.
Ketiga perempuan ini dinilai sebagai simbol peran strategis perempuan dalam sistem penegakan hukum yang kompleks, penuh tantangan dan ancaman. Semangat Olivia, Mahayu, serta Apsari Dewi membuktikan bahwa perempuan dapat memiliki integritas dan keberanian yang setara.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
7

















































