Longsor di Cianjur, Jalan Utama Desa Cibuluh 3 Hari Masih Tertimbun

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Petugas dan masyarakat di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat (Jabar) masih berupaya membuka kembali jalan utama penghubung antar desa yang tertimbun longsor sejak Jumat (27/3) agar aktivitas warga kembali berjalan.

Camat Cidaun Gagan Rusganda mengatakan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur selama dua hari terakhir mengakibatkan bencana alam longsor terjadi di 17 titik di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, dimana sebagian besar menutup jalan penghubung antar desa dan sawah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat dan Sabtu itu, namun jalan utama penghubung antar desa dengan total panjang 750 meter di 14 titik terputus akibat tertimbun longsor sehingga tidak dapat dilalui kendaraan membuat aktivitas warga dari sejumlah desa terhambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Longsor di belasan titik terjadi di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, menutup landasan jalan dan area persawahan warga sedangkan di desa lain masih dalam pendataan karena jarak tempuh yang sulit dilalui kendaraan membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya mengutip Antara, Minggu (29/3)

Dia menjelaskan, penanganan dilakukan dengan alat seadanya karena akses di belasan titik longsor sulit dilalui kendaraan besar pengangkut alat berat, sehingga warga dari sejumlah kampung bergotong-royong membuka kembali akses yang terputus.

Masyarakat bersama petugas gabungan terdiri dari aparat kecamatan, desa, TNI/Polri, dan relawan, berupaya menyingkirkan material longsor yang menutup landasan jalan dengan harapan dapat dilalui kendaraan agar aktifitas kembali normal.

Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Pemkab Cianjur, melalui BPBD Cianjur dengan harapan penanganan cepat dapat dilakukan terutama di jalan penghubung antar desa yang terputus agar dapat dilalui kendaraan.

Termasuk melaporkan kerusakan jalan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, agar dapat dilakukan perbaikan dan penanganan secara tuntas, sehingga saat terjadi longsor susulan tidak menutup landasan jalan.

"Bencana alam di Desa Cibuluh selain menutup jalan utama penghubung antar desa, membuat sekitar 15 rumah warga terancam sehingga warga diminta siaga dan waspada segera mengungsi ketika longsor kembali terjadi," katanya.

Bahkan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan sambil menunggu petugas dari BPBD Cianjur, dimana data sementara bencana alam akibat cuaca ekstrem membuat jalan penghubung antar desa terputus dan sekitar 8 hektare sawah tertimbun longsor.

"Kami meminta warga di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta jeli membaca tanda alam segera mengungsi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali turun," katanya.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |