Maskapai Pertama di Dunia yang Bantu Penumpang Atasi Jet Lag

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 01:00 WIB

Ilustrasi pesawat Fiji Airways. Ilustrasi pesawat Fiji Airways. (Istockphoto/Angel Di Bilio)

Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai penerbangan nasional Kepulauan Fiji, Fiji Airways, melakukan terobosan radikal dalam industri penerbangan global.

Mengandalkan metode biohacking, seperti terapi cahaya merah (red-light therapy) hingga perlindungan medan elektromagnetik (EMF), Fiji Airways menjadi maskapai pertama di dunia yang meluncurkan program kesehatan mutakhir untuk membantu penumpang jarak jauh melawan jet lag.

Program bertajuk FlyWell ini akan dihadirkan di ketinggian 30.000 kaki di dalam kabin pesawat serta di ruang tunggu atau lounge eksklusif Bandara Internasional Nadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah agresif ini diambil untuk merebut keunggulan kompetitif di pasar Pasifik, menantang inovasi kabin milik kompetitor beratnya seperti Air New Zealand dan Qantas.

Direktur Utama sekaligus CEO Fiji Airways, Paul Scurrah, menjelaskan bahwa uji coba program ini akan dibagi dalam beberapa tahap.

Mulai 1 Juni 2026, fasilitas FlyWell akan langsung disertakan secara gratis dalam tiket Kelas Bisnis untuk rute penerbangan dari Nadi menuju Los Angeles dan San Francisco, Amerika Serikat.

Lalu, mulai 1 Agustus 2026, produk-produk kesehatan ini akan beralih menjadi layanan berbayar yang dapat dibeli langsung oleh penumpang di dalam kabin atau di lounge bandara dengan harga yang akan ditentukan kemudian.

Scurrah juga tidak menutup kemungkinan untuk membawa fasilitas ini ke Kelas Ekonomi setelah masa uji coba selesai.

"Kami akan melihat seberapa besar permintaan pasarnya. Jika ada permintaan di kelas ekonomi dan penumpang bersedia membayar, peluang itu sangat terbuka lebar," ujarnya kepada Stuff Travel.

Fiji Airways meluncurkan ekosistem kesehatan komprehensif yang memadukan perangkat keras (gadget), aksesoris, nutrisi, hingga rekayasa lingkungan:

1. Perangkat Sirkulasi Darah Elektronik (Pengganti Kaus Kaki Kompresi)

Penumpang akan diberikan perangkat wearable modern dari pabrikan Firefly untuk dipasang di betis bagian bawah. Alat ini memancarkan pulsa listrik ringan yang mampu mendongkrak sirkulasi mikro darah hingga 400 persen guna mencegah kelelahan dan pembengkakan kaki. Teknologi ini mengadaptasi sistem medis rumah sakit untuk mencegah penggumpalan darah pada pasien.

2. Kacamata "Sunset Lenses" & Health Shots

Pelancong dapat menggunakan kacamata dengan lensa khusus yang dirancang untuk mengatur paparan cahaya buatan kabin guna mendukung siklus tidur alami tubuh.

Di samping itu, tersedia minuman kesehatan instan dengan dua fungsi varian: varian 'Sleep' untuk memicu kantuk yang nyenyak, dan varian 'Focus' untuk menjaga energi tubuh yang berkelanjutan.

3. Terapi Cahaya Merah & Proteksi EMF di Lounge

Di area lounge Bandara Nadi, Fiji Airways memasang fasilitas Terapi Cahaya Merah (red-light therapy) yang diklaim mampu mempercepat regenerasi sel, pemulihan otot, dan meningkatkan kualitas tidur.

Tidak hanya itu, seluruh area lounge kini dilapisi oleh teknologi EMF-Protection (Perlindungan Medan Elektromagnetik) yang tidak kasat mata.

Teknologi ini dirancang untuk memitigasi dan menyaring radiasi elektromagnetik dari ponsel, laptop, dan pemancar Wi-Fi di bandara, sehingga mampu mengurangi ketegangan pada sistem saraf dan meningkatkan kejernihan mental penumpang sebelum terbang.

Meski industri penerbangan tahun ini tengah dibayangi oleh lonjakan harga tiket akibat kenaikan harga bahan bakar jet, Scurrah menilai investasi ini sangat tepat sasaran.

"Di tengah pasar yang sangat padat, Anda benar-benar harus memiliki nilai pembeda yang unik agar menonjol dari keramaian," pungkasnya, sekaligus mempertegas identitas Fiji Airways sebagai "World's Happiest Airline".

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |