CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 14:33 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Massa aksi masih terus bertahan melakukan demonstrasi di depan Gedung Markas Polda Bali yang berlokasi di Jalan Wr. Supratman, Denpasar, Bali, Sabtu (30/9) siang.
Hingga pukul 14:54 WITA massa aksi masih terus melakukan orasi di depan Mapolda Bali. Sempat terjadi insiden pelemparan botol mineral maupun gelas plastik mineral kepada petugas kepolisian yang berjaga di depan pintu gerbang Mapolda Bali oleh oknum tidak dikenal.
Meski begitu hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa di Mapolda Bali masih kondusif. Selain itu massa aksi terus berdatangan terutama pengendara ojek online (ojol) dan elemen masyarakat lainnya untuk bergabung melakukan aksi unjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan kegiatan unjuk rasa oleh masyarakat, kepolisian Polda Bali menyiagakan personel gabungan dari berbagai satuan kerja guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, mengucapkan terima kasih atas kesiapan yang sudah dilaksanakan untuk mengamankan kegiatan unjuk rasa yang dilaksanakan hari ini dan mengajak personel untuk bersama-sama menjaga Harkamtibmas di wilayah hukum Polda Bali.
"Saya berpesan pada saat pelaksanaan tugas, pedomani SOP yang berlaku, pedomani aturan yang sudah kita ketahui. Utamakan tindakan persuasif di awal serta secara berjenjang apabila skala situasi meningkat, semua personel harus sudah siap," ujar Daniel dalam keterangan tertulis.
Massa aksi gabungan dari ojek online (Ojol), para mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya mendatangi Mapolda Bali pada Sabtu siang.
Massa aksi "Seruan Aksi Aliansi Bali Tidak Diam" salah satunya menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/9) malam.
(kdf/har)