Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berencana memanggil asosiasi logistik untuk membahas tingginya biaya pengiriman antar pulau yang dinilai masih membebani pelaku usaha dan eksportir nasional.
Rencana itu disampaikan Budi usai menerima keluhan dari pelaku usaha dalam forum Ngobrol Produk Indonesia (NGOPI) UMKM.
Menurut dia, pemerintah ingin mencari solusi bersama terkait mahalnya biaya logistik yang selama ini membuat harga produk Indonesia kalah bersaing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya tadi dari asosiasi logistik akan ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan kan mengalami secara teknis kendalanya apa. Nanti kita diskusi bareng-bareng," ujar Budi dalam konferensi pers seusai forum NGOPI UMKM di 86 Coffee Bakery, Jakarta Pusat, Rabu (13/5) lalu.
Ia mengatakan pemerintah membuka ruang dialog dengan pelaku usaha maupun asosiasi logistik untuk membahas hambatan yang terjadi di lapangan. Pertemuan lanjutan rencananya akan digelar di kantor Kementerian Perdagangan karena waktu diskusi dalam acara tersebut dinilai terbatas.
"Tadi kami sudah sampaikan ketemu saja di kantor, karena waktunya di sini enggak cukup. Nanti kita ngobrol. Enggak apa-apa, kita terbuka karena kita juga pingin cari solusinya seperti apa," terangnya.
Budi mengakui biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Menurut dia, persoalan tersebut semakin kompleks di tengah kenaikan harga impor bahan baku dan tekanan global yang ikut mendorong biaya distribusi.
"Memang itu problem kita karena salah satunya kita negara kepulauan. Tapi kita terus. Jadi memang tidak mudah," ujar Budi.
Ia mengatakan biaya logistik saat ini ikut terdorong oleh kenaikan harga minyak dunia dan krisis global yang berdampak pada ongkos pengiriman barang.
"Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik," katanya.
Budi menegaskan pemerintah masih membutuhkan masukan dari pelaku usaha dan asosiasi agar solusi yang disiapkan bisa sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Tapi itu PR kita. Saya mungkin belum bisa menjelaskan detail sekarang. Tapi saya justru minta masukan dari ibu dan teman-teman semua, karena permasalahan kita bareng," ujarnya.
Keluhan terkait biaya logistik disampaikan Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia Fera Umbara.
Dalam forum NGOPI UMKM, Fera mengatakan tingginya ongkos distribusi antar pulau membuat harga pokok produksi (HPP) Indonesia sulit bersaing, terutama karena Indonesia merupakan negara kepulauan.
Fera juga menyebut persoalan logistik menjadi perhatian sejumlah asosiasi lain, termasuk Asosiasi Logistik Indonesia dan Indonesian African Business Council (INAKBC).
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
8

















































