Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak berabad-abad lalu, wilayah Persia atau kini dikenal dengan Iran, melahirkan banyak ilmuwan besar yang memberi pengaruh luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Pada masa yang sering disebut 'Golden Age of Islamic Science', para sarjana ini menulis karya yang menjadi rujukan di berbagai universitas di dunia hingga berabad-abad kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip berbagai sumber, Minggu (15/3), berikut tiga ilmuwan asal Iran yang dikenal memiliki kontribusi besar bagi dunia:
1. Ibnu Sina
Ibnu Sina (980-1037) adalah salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan, terutama di bidang kedokteran dan filsafat.
Ia menulis sekitar 450 karya, di antaranya ada puluhan karya yang membahas ilmu medis. Salah satu yang paling terkenal adalah 'The Canon of Medicine' yang menjadi buku rujukan di sekolah kedokteran di berbagai belahan dunia selama berabad-abad.
Ibnu Sina juga berkontribusi mengembangkan pendekatan observasi klinis dan eksperimen dalam pengobatan, serta memberi kontribusi di banyak bidang lain seperti astronomi, logika, dan filsafat.
Karena pengaruhnya yang besar, Ibnu Sina sering dijuluki Prince of Medicine atau pangeran kedokteran.
2. Ar-Razi
Ar-Razi (865-925), dikenal di Barat sebagai Rhazes, merupakan dokter dan ilmuwan besar yang memberikan terobosan penting dalam ilmu medis dan kimia.
Salah satu pencapaiannya yang paling terkenal adalah membedakan penyakit cacar dan campak, sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai penyakit yang sama.
Ar-Razi juga diketahui menulis banyak buku medis seperti Al-Hawi yang menjadi referensi penting bagi dokter. Ar-Razi juga dikenal sebagai salah satu dokter paling berpengaruh pada masanya di dunia Islam maupun Eropa.
3. Al-Biruni
Al-Biruni (973-1048) adalah ilmuwan serba bisa yang memberikan kontribusi pada astronomi, matematika, geografi, hingga farmasi.
Salah satu pencapaiannya adalah mengembangkan metode eksperimen untuk mengukur kepadatan berbagai zat menggunakan timbangan hidrostatik serta menghitung radius bumi melalui pengamatan ilmiah.
Al-Biruni dikenal sebagai ilmuwan yang sangat teliti dan sering disebut sebagai salah satu pelopor metode ilmiah dalam ilmu alam.
(ldy/wiw)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
4

















































