Menhub Buka Suara soal Kritik Warganet Terkait Mudik Lebaran 2026

17 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi merespons kritik warganet terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2026 yang diwarnai kepadatan di sejumlah titik.

Ia memastikan berbagai kendala selama periode mudik tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

"Itu menjadi bahan evaluasi kami untuk tahun depan apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan hal-hal seperti itu," kata Dudy di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi kepadatan di Tol Cikampek, Dudy menilai kondisi tersebut bukan kemacetan, melainkan kepadatan arus kendaraan.

Ia menjelaskan lonjakan volume kendaraan pada musim mudik tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

"Kalo mengenai macet yang di.... (Tol Cikampek) bukan macet sih sebenarnya, kan teman-teman bisa lihat terjadi kepadatan," ujar Dudy.

Data Jasa Marga menunjukkan puncak arus mudik terjadi pada Rabu (18/3) dengan volume mencapai 270.315 kendaraan.

Angka tersebut meningkat 98,3 persen dibanding kondisi normal dan naik 4,6 persen dibanding puncak mudik Lebaran 2025.

Dudy menyebut meski terjadi lonjakan, kecepatan kendaraan secara rata-rata masih tergolong baik.

"Jadi memang lonjakan cukup tinggi, namun demikian kendaraan kalau secara rata-rata yang saya dapat dari Jasa Marga bahwa kecepatannya masih cukup baik gitu," ucap Dudy.

Ia menilai kepadatan pada hari-hari tertentu masih bisa dimaklumi mengingat tingginya jumlah pemudik tahun ini.

"Memang ada, secara overall kita kan harus melihat secara keseluruhan, memang kalau pada hari tertentu ada kepadatan yang dengan ketinggian dari jumlah pemudik kita bisa memaklumi hal tersebut," kata Dudy.

Sementara itu, terkait antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Dudy menyebut hal tersebut dipicu masih adanya truk sumbu tiga ke atas yang beroperasi.

Namun, ia memastikan penanganan dilakukan dengan cepat, kurang dari 24 jam sudah tertangani.

"Namun demikian kan kami dengan cepat, kurang dari 24 jam, Alhamdulillah bisa menangani kepadatan yang terjadi di Gilimanuk," ujar Dudy.

Penanganan dilakukan dengan menambah jumlah kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi 40 unit.

Sebanyak 30 kapal di antaranya menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) dengan waktu sandar dipersingkat menjadi 15 menit untuk mempercepat arus penyeberangan.

Adapun warganet di media sosial X melontarkan kritik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Dalam unggahan di akun @hrdba***, disampaikan sejumlah persoalan yang terjadi pada mudik tahun ini.

Mulai dari antrean panjang penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, masih beroperasinya truk sumbu tiga, kemacetan di Tol Cikampek, hingga minimnya informasi terkait pengoperasian tol fungsional untuk mengurai kepadatan.

Unggahan yang dipublikasikan pada 20 Maret 2026 itu telah dilihat sebanyak 491 ribu kali dan memicu beragam tanggapan dari warganet lainnya.

Sejumlah pengguna menyebut mudik tahun ini berlangsung kacau, dengan sorotan pada kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk serta kondisi jalur Palembang-Jambi.

Di kemacetan Pelabuhan Gilimanuk, warganet menilai tidak ada rekayasa pola operasi penyeberangan, baik melalui penambahan dermaga maupun pengoperasian kapal berkapasitas lebih besar.

Selain itu, ada warganet yang menilai pemangkasan anggaran Kementerian Perhubungan turut berdampak pada kurang optimalnya penyelenggaraan mudik di lapangan.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |