Militer Iran Target Serang 18 Perusahaan Teknologi AS

4 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut raksasa-raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) seperti Google, Meta, hingga Apple akan menjadi target mereka jika para pemimpin Iran kembali dibunuh.

Dalam pernyataan pada Selasa (31/3), IRGC menyampaikan 18 perusahaan teknologi terkemuka AS akan menjadi incaran mereka untuk setiap darah para pemimpin Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April, harus siap menerima serangan sebagai balasan atas setiap pembunuhan di Iran," demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip AFP, Selasa (31/3).

"Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam rencana teroris akan menghadapi tindakan balasan untuk setiap pembunuhan yang ditargetkan," demikian pernyataan IRGC.

"Kami menyarankan para karyawan perusahaan-perusahaan ini untuk segera meninggalkan kantor jika ingin selamat. Penduduk di sekitar perusahaan di seluruh negara kawasan juga harus menjauhi area dalam radius satu kilometer dan pergi ke tempat aman," lanjut IRGC.

Peringatan ini muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperkuat serangan militer AS-Israel terhadap Iran. Trump telah menambah pasukan ke Timur Tengah, yang diduga ditujukan untuk invasi darat.

Dalam keterangannya, IRGC menyatakan pemerintah AS dan perusahaan-perusahaan teknologi tersebut telah "mengabaikan peringatan berulang kami mengenai perlunya" menyetop operasi yang menargetkan para pejabat tinggi Iran.

IRGC menuduh raksasa-raksasa teknologi ini merupakan "elemen utama dalam merancang dan melacak target-target pembunuhan."

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan panglima tertinggi IRGC Mohammad Pakpour tewas dalam serangan pertama AS-Israel pada 28 Februari. Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani juga tewas dalam serangan pada 17 Maret.

Tuduhan sejumlah raksasa teknologi berperan dalam pembunuhan pemimpin Iran ini tak muncul begitu saja.

Sejak Operasi Epic Fury dimulai pada 28 Februari, AS telah menyerang lebih dari 10.000 sasaran di dalam wilayah Iran. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menewaskan 40 komandan senior dalam satu operasi yang menurut IDF hanya mungkin dilakukan berkat kemampuan intelijen militer.

Melansir TNW, peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung kampanye ini lah yang mendorong IRGC untuk mengalihkan fokusnya ke infrastruktur teknologi komersial sebagai medan perang.

Bloomberg melaporkan pada akhir Maret bahwa kepala teknologi Palantir menggambarkan konflik Iran sebagai perang besar pertama yang didorong oleh AI, dengan alat-alat canggih yang memproses kumpulan data besar untuk mempercepat pengambilan keputusan penargetan.

Militer AS mengonfirmasi penggunaan AI untuk navigasi drone, analisis intelijen, dan apa yang disebutnya sebagai alat pemilihan target, meskipun mereka menegaskan bahwa manusia tetap terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Berikut daftar 18 raksasa teknologi yang jadi target serangan Iran:

1. Cisco
2. HP
3. Intel
4. Oracle
5. Microsoft
6. Apple
7. Google
8. Meta
9. IBM
10. Dell
11. Palantir
12. Nvidia
13. J.P. Morgan
14. Tesla
15. GE
16. Spire Solutions
17. G42
18. Boeing

(blq/dmi)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |