Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite meskipun harga minyak dunia terus meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang masih memanas.
"Belum [ada rencana menaikkan harga BBM subsidi]," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Kamis ini di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz akibat meluasnya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gangguan di jalur utama energi di Timur Tengah tersebut yang menghambat aliran minyak dan gas global menjadi penyebabnya.
Harga minyak Brent naik US$1,67 atau 2,05 persen menjadi US$83,07 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,94 atau 2,6 persen ke level US$76,60 per barel.
Saat ini, pemerintah masih mengambil sikap menunggu sambil memantau perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.
Airlangga belum dapat memperkirakan kapan konflik tersebut akan berakhir, sehingga pemerintah memilih untuk melihat perkembangan situasi terlebih dahulu.
"Perang bisa tiga bulan, bisa enam bulan, bisa lebih. Jadi, kita tunggu saja," katanya.
Hal senada pernah diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite belum akan naik setidaknya hingga Lebaran nanti.
Bahlil menjelaskan, skema harga BBM di dalam negeri terbagi menjadi dua kategori, yakni subsidi dan non-subsidi.
"Kalau harga yang disubsidi, pertalite, itu mau naik berapapun (harga minyak dunia) tetap harganya (di dalam negeri) sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, harga mengikuti mekanisme pasar dan dapat berfluktuasi sesuai perkembangan harga minyak global.
Ia menjelaskan dinamika harga BBM non-subsidi bukanlah hal baru. Terlebih, sudah ada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur soal harga BBM.
Bahlil pun menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menaikkan harga BBM non-subsidi menjelang Lebaran.
"Sampai dengan kami rapat tadi belum ada (keputusan menaikkan harga BBM). Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," ujar Bahlil.
Bahlil juga memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman. Ia mengatakan cadangan BBM saat ini berada di atas standar minimum nasional, yakni sekitar 23 hari.
Angka tersebut dinilai masih dalam batas wajar mengingat kapasitas penyimpanan nasional maksimal hanya berkisar 25 hingga 26 hari.
"Storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Enggak lebih dari itu," ucap Bahlil.
Pemerintah saat ini tengah mengupayakan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan agar ketahanan energi nasional bisa mencapai standar internasional, yakni cadangan hingga tiga bulan.
(dhz/agt)

4 hours ago
2














































