Mitsubishi Fuso Bidik Industri Cold Chain di Indonesia

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pabrikan Jepang Mitsubishi Fuso membidik sektor industri rantai pendingin atau cold chain di Tanah Air. Pasalnya, sektor ini dianggap sebagai salah satu industri yang memiliki peluang menggiurkan, terlihat dari pertumbuhannya dari waktu ke waktu.

Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Aji Jaya menyatakan perusahaan makin serius dalam menggarap sektor tersebut melalui ragam produk andalan yang dapat disesuaikan untuk perjalanan logistik berpendingin melalui Canter FE 74 dan Canter FE 74 Long.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan niaga itu dapat disulap menggunakan karoseri box pendingin, sehingga dapat menjadi solusi untuk transportasi cold chain.

"Industri ini membutuhkan kendaraan yang andal dan fleksibel," kata Aji ditemui di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec), Kamis (9/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuso tengah mengembangkan layanan khusus kendaraan cold chain, termasuk penanganan sistem boks pendingin di bengkel resmi. Ada pula fitur digital guna memantau kondisi kendaraan dan suhu muatan secara real time.

"Monitoring suhu sangat penting karena perbedaan suhu sedikit saja bisa berdampak besar pada kualitas produk," ungkap Aji.

Aji mengatakan pihaknya siap mendukung industri cold chain melalui kesiapan layanan purna jual yang kini tersebar di 225 titik di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengungkap potensi industri cold chain di Indonesia sangat besar akibat peningkatan kebutuhan distribusi logistik modern serta luasnya wilayah Indonesia.

"Dengan tren seperti frozen food dan cloud kitchen, kebutuhan rantai pendingin menjadi krusial," ujar Risal.

Meski demikian, Risal mengatakan hal ini dapat menjadi tantangan, sehingga pemerintah perlu hadir di dalamnya.

"Ini peluang sekaligus tantangan. Bagaimana industri transportasi ini pada akhirnya memenuhi standar angkutan yang ditetapkan," katanya.

Ia melanjutkan industri tersebut merupakan peluang yang mampu menghasilkan titik ekonomi, tercermin dari 46 transit oriented development (TOD), 25 kawasan ekonomi khusus (KEK), 204 kawasan industri (KI), dan 59 Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), dan titik ekonomi lainnya yang butuh dukungan sistem logistik berpendingin.

"Kami mendukung sepenuhnya seluruh layanan," ucap Risal.

(ryh/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |