Jakarta, CNN Indonesia --
Ada momen emosional yang tersaji usai Paris Saint Germain (PSG) kalahkan Arsenal di final Liga Champions. Kejadian ini melibatkan dua pemain berlawanan, Marquinhos dan Gabriel Magalhaes.
Final Liga Champions 2025/2026 berlangsung dramatis lewat babak adu penalti. Arsenal sempat memimpin melalui Kai Havertz di babak pertama, tetapi PSG mampu menyamakan kedudukan berkat aksi Ousmane Dembele di babak kedua.
Hasil imbang 1-1 memaksa pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu. Babak adu penalti pun digelar setelah kedua tim gagal cetak gol tambahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Babak tos-tosan berlangsung menegangkan. Gabriel yang maju sebagai eksekutor kelima Arsenal, gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Tembakan Gabriel melambung di atas mistar dan memastikan Les Parisiens juara Liga Champions dengan skor 4-3.
Kegagalan itu menjadi pukulan telak bagi Gabriel. PSG dipastikan juara, sementara The Gunners gagal meraih gelar bersejarah yang diidam-idamkan.
Bek asal Brasil itu tak sanggup mengangkat wajahnya di tengah lapangan. Di saat yang bersamaan, para pemain PSG berhamburan merayakan gelar juara.
Namun, Marquinhos memilih menunda melakukan perayaan bersama rekan setimnya. Ia menjadi orang pertama yang menghampiri Gabriel, kompatriotnya di timnas Brasil.
Marquinhos memeluk Gabriel erat-erat sambil mengucapkan kata-kata penghiburan sebelum akhirnya para pemain Arsenal ikut menghampiri.
Momen tersebut dengan cepat menyebar lewat foto dan video. Marquinhos menjadi sorotan karena menunjukkan empati dan kualitas kepemimpinannya sebagai kapten PSG.
Banyak fans dan pengamat memuji aksi Marquinhos sebagai tindakan sportivitas luar biasa. Bek berusia 32 tahun itu dianggap sebagai sosok gentleman sejati dalam sepak bola.
(jun)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
6
















































