Jakarta, CNN Indonesia --
Nissan Motor Co mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan produsen otomotif asal China, Chery. Chery bakal memanfaatkan fasilitas produksi Nissan di Sunderland, Inggris, dimulai tahun fiskal 2027.
Kerja sama tersebut menyusul keputusan Nissan untuk mengonsolidasikan produksi model Leaf, Qashqai, dan Juke ke jalur produksi Line 2 sebagai bagian dari program efisiensi biaya global.
Chief Executive Officer (CEO) Nissan Ivan Espinosa menyatakan langkah ini merupakan bagian penting dari reformasi struktural yang sedang dijalankan perusahaan. Sebelumnya ia merasa optimistis untuk menemukan mitra agar mau mengisi pabrik mereka agar tak menganggur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini Chery belum mengungkap model apa yang akan diproduksi di Sunderland. Namun perusahaan tersebut telah melepas merek Jaecoo, Omoda, Lepas, serta lini SUV bermerek Chery di sana.
Secara gabungan, merek-merek Chery berhasil menguasai hampir 7 persen pasar otomotif Inggris dalam dua tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan masih tertekan
Kemitraan tersebut hadir di tengah kondisi menantang bagi Nissan. Pada 13 Mei 2026, produsen otomotif Jepang itu melaporkan rugi bersih sebesar 533,1 miliar yen atau sekitar US$3,53 miliar sepanjang tahun fiskal 2025.
Angka tersebut menandai dua tahun berturut-turut Nissan membukukan kerugian besar.
Perusahaan menyebut stagnasi penjualan global, tekanan inflasi, serta dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat sebagai faktor utama yang menekan kinerja. Kebijakan tarif AS saja berhasil memangkas laba operasional Nissan sekitar 286 miliar yen atau setara US$1,9 miliar.
Espinosa juga mengingatkan kondisi operasional diperkirakan tetap berat sepanjang tahun fiskal 2026. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya biaya energi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Chery menguat di Inggris
Di sisi lain, Chery sedang menikmati pertumbuhan bisnis yang kuat. Pada Mei 2026, Grup Chery mencatat penjualan 247.823 unit, meningkat 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari jumlah tersebut, 100.304 unit merupakan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), melonjak 58,8 persen secara tahunan.
Chery juga mengekspor 181.871 kendaraan selama Mei.
Sepanjang Januari-Mei 2026, penjualan kumulatif Chery secara glonal mencapai 1.100.921 unit, naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total ekspor perusahaan mencapai 752.755 unit.
Saat ini basis konsumen global Chery telah melampaui 19,62 juta orang, dengan lebih dari 6,59 juta pengguna berada di luar China.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google

16 hours ago
2

















































