Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengkritik wasit Yudai Yamamoto usai kalah dramatis 1-2 dari Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-25 Super League di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Selasa (10/3).
Marcos Santos merasa dirugikan dengan sejumlah keputusan wasit Yamamoto pada pertandingan itu.
"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga," kata Marcos dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arema unggul lebih dulu melalui gol Joel Vinicius Silva pada menit ke-45. Akan tetapi tuan rumah Bhayangkara FC langsung berbalik unggul dengan gol Privat Mbarga (75') dan penalti Moussa Sidibe pada menit ke-88.
Laga panas tersebut juga diwarnai dengan keluarnya dua kartu merah untuk Arema FC dari wasit Yudai Yamamoto.
Kartu merah pertama diberikan Yamamoto kepada Gildson Pablo De Oliveira usai menginjak kaki Frengky Missa pada menit ke-54.
Arema harus bermain dengan 9 orang setelah Dalberto Luan Belo diusir dari lapangan karena kedapatan memukul Slavko Damjanovic.
Dalam tayangan ulang VAR Dalberto terlihat melayangkan pukulan kepada Slavko saat dirangkul. Yamamoto langsung memberikan kartu merah kepada pemain asal Brasil itu dan kartu kuning untuk Slavko.
Marcos mengakui kehebatan Bhayangkara FC. Akan tetapi, keputusan Yamamoto membuat Singo Edan tidak mudah melakoni laga panas itu.
"Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," ucap Marcos.
Di mata Marcos, beberapa keputusan wasit Yamamoto kontroversial. Marcos menyoroti sikap Yamamoto yang 'ringan tangan' kepada Arema namun tidak memberikan kartu kepada Bhayangkara.
"Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi," tutur Marcos.
(sry/nva)

4 hours ago
1
















































