CNN Indonesia
Minggu, 03 Mei 2026 01:00 WIB
Pengadilan ungkap detail D4vd, terdakwa pembunuhan, pelecehan, beli peralatan untuk mutilasi. (AFP/Frederic J. Brown)
Jakarta, CNN Indonesia --
D4vd disebut membeli sejumlah peralatan yang digunakan untuk memutilasi tubuh. Hal itu terungkap saat terdakwa pembunuhan, mutilasi, dan pelecehan seksual terhadap remaja Celeste Rivas Hernandez jalani sidang pendahuluan.
Berdasarkan ringkasan dokumen yang diajukan Kantor Jaksa Wilayah pada Rabu (29/4) terungkap kronologi pembelian berbagai peralatan oleh D4vd sejak akhir April 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang perlu diperhatikan, terdakwa membeli peralatan untuk melaksanakan rencananya memutilasi dan membuang tubuh korban," ungkap dokumen tersebut seperti diberitakan Deadline pada Rabu (29/4).
"Pada 24 April 2025, terdakwa memesan sekop dari Home Depot yang diantarkan ke rumahnya melalui Postmates.mPada 1 Mei 2025, terdakwa memesan, dan kemudian Amazon mengirimkan, dua gergaji mesin ke rumahnya."
"Pada 5 Mei 2025, terdakwa memesan, dan Amazon kemudian mengirimkan kantong mayat, kantong cucian tebal, dan kolam renang tiup berwarna biru ke rumahnya. Dia melakukan pembelian ini dengan menggunakan nama palsu Victoria Mendez," lanjutnya.
"Pada 7 Juli 2025, terdakwa memesan, dan kemudian Amazon mengirimkan, sebuah kandang pembakaran (burn cage) ke rumahnya dengan menggunakan nama palsu yang sama sebagai bagian dari rencananya untuk membakar bukti."
Dokumen yang diajukan Wakil Jaksa Beth Silverman dan Jaksa Nathan Hochman ini juga menjelaskan langkah-langkah yang diduga dilakukan penyanyi bernama lengkap David Anthony Burke ini ketika berusaha menyembunyikan kematian korban.
"Selain itu, terdakwa mengambil langkah-langkah yang mengerikan untuk menghancurkan dan membuang jasad korban," ungkap jaksa.
"Setelah menempatkan tubuh korban ke dalam kolam tiup berwarna biru untuk mencegah darahnya mengotori lantai garasi, terdakwa menggunakan gergaji mesin dan kemungkinan alat lain untuk memotong anggota tubuh korban."
Hasil temuan yang diajukan Kantor Jaksa Wilayah ini juga menjelaskan detail bahwa kolam tersebut menjadi bukti penting dalam kasus ini.
"Fragmen plastik kecil berwarna biru ditemukan tertanam pada sisa-sisa tubuh korban, yang dikumpulkan oleh Departemen Pemeriksa Medis Los Angeles County. Fragmen tersebut dianalisis oleh Divisi Ilmu Forensik LAPD, Unit Analisis Jejak," ungkap dokumen tersebut.
"Seorang ahli mampu mencocokkan fragmen biru tersebut secara fisik dengan kolam tiup biru yang dibeli terdakwa pada Mei 2025. Untuk menjauhkan dirinya dari identitas korban, ia memotong jari manis dan kelingking kiri korban karena pada jari manis terdapat tato namanya. Jari-jari tersebut belum ditemukan."
Berdasarkan dokumen tersebut, jaksa meminta agar sidang tidak ditunda. Namun permintaan itu akhirnya ditolak hakim.
Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Charlaine F.Olmendo memutuskan memberi lebih banyak waktu kepada tim pengacara D4vd, Blair Berk dan Marilyn Bednarski, untuk meninjau bukti yang diajukan jaksa, termasuk foto-foto seksual korban yang ditemukan di ponsel D4vd.
Hakim Olmendo telah menjadwalkan sidang pendahuluan dalam kasus ini pada 26 Mei. Sebelumnya, sidang penentuan status perkara akan dilaksanakan di Clara Shortridge Foltz Criminal Justice Center pada 12 Mei.
Kantor Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles sebelumnya merilis laporan autopsi Celeste Rivas Hernandez.
Laporan tersebut menegaskan bahwa kematian korban dikategorikan sebagai "pembunuhan" akibat "berbagai luka penetrasi" fatal, termasuk dua luka tusuk dalam di area torso yang mengenai hati dan dada kiri.
Jasad Hernandez ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terpotong-potong dan berada di dalam beberapa tas di bagasi depan mobil Tesla milik Burke pada September 2025.
Berdasarkan keterangan jaksa wilayah Nathan Hochman, korban terakhir kali terlihat hidup pada 23 April 2025 saat ia pergi ke kediaman Burke di Hollywood Hills.
Atas kejahatannya, D4vd menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama yang berpotensi membuatnya menghadapi ancaman hukuman mati.
Selain itu, ia juga didakwa atas tindakan asusila terhadap anak di bawah umur serta mutilasi jenazah.
(van/chri)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
6

















































