Jakarta, CNN Indonesia --
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyebut penyebab masalah ban motor Marc Marquez rusak di MotoGP Thailand 2026 bukan karena kerb atau pembatas sirkuit.
Nasib sial dialami Marc Marquez yang gagal finis MotoGP Thailand 2026 karena masalah ban belakang pada GP25.
Ban motor Marquez tidak hanya kempis, namun juga velg-nya rusak parah hingga penyok. Ducati mengatakan kerusakan itu karena membentur kerb di Tikungan 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Carlo Pernat memiliki pandangan berbeda. Di mata Pernat, velg Marquez rusak bukan karena kerb atau trotoar.
"Mengenai Marquez, saya cukup yakin, itu bukan karena trotoar, bannya lepas lebih dulu," ujar Pernat dikutip dari Motosan.
Kegagalan Marquez finis membuat Ducati mencatatkan rekor buruk karena untuk kali pertama setelah 88 balapan, 'tim merah' gagal podium.
"Di sisi lain, ada statistik yang mengesankan, Ducati belum pernah finis di luar podium dalam lebih dari 88 Grand Prix. Ini adalah rekor negatif yang signifikan, empat pukulan yang sangat keras," tutur Pernat.
"Ducati menderita. Sesuatu telah terjadi, karena mereka semua mengalami masalah, bukan hanya satu masalah," ucap Pernat menambahkan.
Gagal finis di MotoGP Thailand membuat Marc Marquez menempati peringkat kedelapan dalam klasemen MotoGP 2026. Marquez dan Ducati kini perlu waspada dengan kekuatan Aprilia. Pasalnya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bisa jadi rival terkuat mereka.
(sry/nva)

2 hours ago
1















































