Jakarta, CNN Indonesia --
Penjualan mobil listrik global BYD anjlok pada Februari 2026 sebesar 41,1 persen dibanding bulan sama 2025. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak pandemi Covid-19 melanda.
Penurunan pada Februari 2026 juga melanjutkan tren menurun BYD selama enam bulan berturut-turut. Rekor ini terparah sejak Februari 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan mobil dan indikator ekonomi lainnya cenderung menunjukkan fluktuasi besar dalam dua bulan pertama 2026 karena bertepatan Tahun Baru Imlek, yang bisa sangat signifikan tahun ini karena China memperpanjang liburan tahunan tersebut menjadi sembilan hari, yang merupakan sebuah rekor baru.
Namun, tren penurunan penjualan BYD melampaui faktor musiman. Penjualannya turun 35,8% secara tahunan di seluruh dunia dalam dua bulan pertama, penurunan terbesar selama periode tersebut sejak 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pengiriman ke luar negeri mempertahankan pertumbuhan yang kuat dari tahun sebelumnya, dengan 100.600 kendaraan pada Februari, penjualan di pasar domestik turun 65% persen menjadi 89.590 kendaraan, memburuk dari penurunan 53,2 persen pada bulan Januari ketika Geely menggeser BYD sebagai produsen mobil teratas di Tiongkok.
Untuk menangkis persaingan, BYD telah bergabung dengan pesaing domestik dan asing lainnya meluncurkan rencana pembiayaan berbunga rendah tujuh tahun yang pertama kali diperkenalkan oleh Tesla pada Januari.
Di bawah tekanan dari kesenjangan teknologi yang semakin menyempit, BYD diperkirakan akan meluncurkan inovasi teknologi utama akhir bulan ini.
Persaingan ketat telah mendorong regulator China untuk memperkenalkan aturan penetapan harga baru dan memperketat pengawasan terhadap mobil baru yang diekspor sebagai kendaraan bekas, sebagai bagian dari upaya untuk menggeser fokus sektor otomotif ke persaingan berbasis nilai.
Pesaing terbesar Tesla di China ini juga telah memimpin upaya ekspansi ke pasar luar negeri untuk mengimbangi tantangan domestik.
BYD dan Geely termasuk di antara finalis yang mengajukan penawaran untuk membeli pabrik Nissan-Mercedes-Benz di Meksiko, seperti yang dilaporkan Reuters bulan lalu.
(fea)

3 hours ago
3















































