Perang AS-Iran Masih Panas, Saudi Jamin Haji 2026 Tetap Lanjut dan Aman

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi menegaskan pelaksanaan ibadah haji 2026 akan tetap berlangsung meski Timur Tengah masih membara oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran sejak 28 Februari lalu.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al Amudi, menjamin pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap aman dan berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerajaan Arab Saudi Alhamdulillah sampai saat ini tetap aman," kata Faisal saat konferensi pers di kediamannya di Jakarta pada Selasa (24/3) seperti dikutip Antara.

Menurut Faisal, seluruh persiapan tahun ini berjalan lancar sesuai rencana pemerintah Arab Saudi.

"Bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar," ucapnya.

Sebelumnya, pada 13 Maret Dubes Faisal mengatakan bahwa persiapan musim haji 2026 telah dilakukan dengan baik dan tidak ada kendala berarti.

"Insya Allah persiapan berjalan lancar, sesuai dengan rencana dan insya Allah tidak ada dampak apa pun," katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penerbangan menuju Arab Saudi juga akan mengangkut jemaah haji sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk itu, katanya, Pemerintah Saudi mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak khawatir karena persiapan haji tetap berjalan sesuai dengan rencana.

Dalam kesempatan itu, Faisal juga menegaskan kembali kecaman Saudi terhadap serangan Iran ke negara Arab Cs. Iran mengeklaim melancarkan serangan udara ke negara tetangga untuk menyasar fasilitas militer dan aset AS lainnya di kawasan.

"Menegaskan kembali sikap pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menolak dan mengecam tindakan terang-terangan Iran yang melakukan penyerangan terhadap Arab Saudi, negara-negara teluk lainnya, serta negara-negara Arab dan Islam sahabat," kata Faisal.

[Gambas:Video CNN]

Faisal mengatakan tindakan Iran yang hingga kini terus berlanjut telah menimbulkan kerugian bagi sektor sipil, manusia, dan infrastruktur, serta secara jelas bertentangan dan melanggar seluruh norma, hukum internasional, dan prinsip tetangga baik.

"Kami juga sekali lagi menegaskan penolakan dan kecaman atas dampak bahaya akibat serangan ini terhadap stabilitas politik kawasan, terutama yang mengarah kepada Kerajaan Arab Saudi," ucapnya.

Menurut Faisal, pendekatan bijaksana yang diterapkan Kerajaan dalam menghadapi provokasi Iran, sambil menegaskan hak Saudi untuk membela diri melalui jalur diplomatik maupun non-diplomatik.

Ia menekankan pentingnya penghentian segera serangan tersebut sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2718, yang didukung oleh 136 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Faisal juga menyoroti bahwa serangan Iran menargetkan kepentingan dan sasaran sipil maupun lainnya di Arab Saudi dan negara-negara kawasan, yang mengakibatkan banyak korban serta kerugian materiil dan moral yang signifikan.

Ia menambahkan bahwa kelanjutan serangan Iran akan menimbulkan kerugian politik besar bagi negara tersebut serta memperburuk penderitaan dan isolasi internasionalnya.

"Serangan-serangan ini juga berdampak negatif terhadap solidaritas dan persatuan umat Islam," kata Faisal menambahkan.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |