Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Itzhak Brik memperingatkan Israel bisa bubar sebelum 2048.
Brik menilai konflik internal dan posisi negara yang buruk di mata dunia bisa memecah belah negara itu hingga runtuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Brik melalui artikel opini di harian Maariv berjudul "Israel menuju kehancuran, dan hanya satu jalan untuk menyelamatkannya."
"Ketika saya mencoba menatap masa depan, pertanyaan yang muncul adalah: akankah Negara Israel bertahan hingga berusia 100 tahun?" tulis Brik, seperti dikutip Middle East Monitor.
Mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Brik menilai Israel dipimpin oleh pemerintahan yang lebih mengutamakan kelangsungan politik daripada kepentingan publik.
Menurut Brik, Israel telah berkembang menjadi masyarakat yang terbelah dari dalam. Ia menyebut ada kebencian mendalam antar kelompok sosial, antara kubu kanan dan kiri, serta antara Yahudi dan Arab.
Ia juga menambahkan daya tahan Israel terus menurun di seluruh sektor, mulai dari keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ilmu pengetahuan.
Menurutnya, Israel bisa bertahan hingga 100 tahun jika dipimpin generasi muda yang mampu mengubah keputusan menjadi tanggung jawab serta polarisasi menjadi kerja sama intelektual.
"Perlu memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran kepemimpinan dan membawa negara keluar dari krisis yang sedang dihadapi," ujar Brik.
"Tantangan yang kita hadapi, mulai dari pemulihan keamanan di wilayah utara (dengan Lebanon dan Suriah) dan selatan (dengan Gaza), hingga membangun kembali ekonomi dan hubungan internasional, memerlukan energi yang hanya dimiliki oleh mereka yang masih memiliki puluhan tahun kehidupan di masa depan," tulisnya.
Pada 8 Oktober 2023, Israel memulai agresi militer di Gaza, yang berlangsung hampir dua tahun menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan sebanyak 171.000 orang terluka.
Para pejabat Israel berulang kali mengakui negara itu menghadapi krisis serius di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan media.
Kemarahan publik dan resmi di tingkat global juga semakin meningkat terhadap tindakan Israel di kawasan.
Sementara itu, Israel juga melancarkan perang terhadap Lebanon dan Iran pada fase yang berbeda, melakukan serangan udara dan operasi darat di Suriah, serta menyerang Yaman, dan melancarkan serangan udara ke Qatar.
Sejak 1948, Israel berdiri di wilayah yang direbut oleh kelompok bersenjata Zionis yang melakukan pembantaian dan pengusiran ratusan ribu warga Palestina.
Israel kemudian menduduki sisa wilayah Palestina pada 1967 dan hingga kini menolak penarikan pasukan serta pembentukan negara Palestina.
(rnp/bac)

3 hours ago
4
















































