Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak dibentuk pada Januari 2022, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney telah mencatatkan profitabilitas grup secara menyeluruh, yang dicapai melalui pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong, didukung sinergi erat dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Hal itu diperoleh melalui transformasi yang berfokus terhadap penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Melalui pilar-pilar bisnisnya, InJourney terus menciptakan berbagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, InJourney diharapkan terus menjadi katalis masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi GDP 4,1 sampai 6 persen hingga 2029.
Direktur Utama, Maya Watono menyampaikan, transformasi bisnis InJourney telah menjadi fondasi yang kokoh untuk menjadi BUMN yang transparan dan akuntabel, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini. Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Maya.
Hingga kini, InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori.
Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.
InJourney juga menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional sebagai fondasi guna menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai dan agen pembangunan.
InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema "InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia", keberlanjutan diposisikan sebagai poin utama dalam menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi dengan keseimbangan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.
Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan, menjelaskan bahwa tema tahun ini merefleksikan arah strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai. Melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, InJourney menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
"Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat," tutur Iwan.
Komitmen Pariwisata Berkelanjutan
Meyakini bahwa keberhasilan bisnis pariwisata berkelanjutan jangka panjang hanya dapat dicapai lewat pertumbuhan ekonomi seiring pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, InJourney melalui visi "Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities" membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menekankan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Ia menyampaikan, pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur dan program, tetapi juga harus menyentuh aspek paling esensial, yaitu manusia.
"Membangun infrastruktur adalah satu hal, tetapi membangun manusia adalah hal lain yang sama pentingnya. Program yang baik harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang," kata Herdy.
Kerangka pariwisata keberlanjutan InJourney ditopang oleh dua pilar utama, yaitu lingkungan dan sosial-ekonomi. Pada pilar lingkungan, InJourney berfokus pada pengelolaan air dan limbah yang bertanggung jawab, penguatan strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi. Tujuannya, meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas aviasi dan pariwisata, sekaligus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di seluruh rantai nilai.
Pada pilar sosial-ekonomi, kualitas hidup masyarakat jadi prioritas utama, yang diwujudkan melalui program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan pariwisata dapat dirasakan secara inklusif dan merata oleh masyarakat di sekitar destinasi.
Dari sisi aspek lingkungan sekaligus penerapan ESG, InJourney berkomitmen penurunan emisi sebesar 4.000 tonCO₂e, yang menandai langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, serta dukungan terhadap target Net Zero Emission.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yakni inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan yang dirancang agar menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan.
InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis yang mencakup pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, serta program rehabilitasi lingkungan. Adapun pemanfaatan energi surya (PLTS) di 9 bandara utama menghasilkan 10.760 MWh energi terbarukan per tahun, dan berpotensi menghindari emisi sebesar 9.860 ton CO₂e per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh 272 ribu pohon. Upaya ini menjadi fondasi transisi energi di sektor aviasi dan pariwisata yang dikelola InJourney.
InJourney juga mempercepat adopsi kendaraan dan peralatan listrik di seluruh lini bisnis. Hingga kini, InJourney telah mengoperasikan 716 unit kendaraan dan peralatan listrik, terdiri atas ground support equipment (GSE), buggy car, mini bus, golf cart, dan moda transportasi lain di berbagai destinasi pariwisata.
Dalam pengelolaan sumber daya dan limbah, InJourney Group menerapkan pendekatan terpadu berbasis prinsip ekonomi sirkular. Sepanjang implementasinya, pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 m³, sementara pemanfaatan air daur ulang sebesar 1.728.304 m³ telah dilakukan untuk mendukung efisiensi penggunaan air di berbagai destinasi.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, InJourney juga menjalankan program penanaman 40 ribu pohon mangrove di seluruh wilayah operasional. Untuk ketahanan air, salah satu kawasan wisata yang dikelola ITDC yakni di Nusa Dua Bali, mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang menghasilkan 331.382 m³ air bersih, mengurangi ketergantungan pada air tanah, dan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap risiko perubahan iklim.
SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan pada air tanah dan sumber air tawar. Selain itu, pengimplementasian SWRO dapat menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklum dan memperkuat ketahanan air.
Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi layak dikonsumsi melalui teknologi modern.
"Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan komitmennya untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Maya.
(rea/rir)

2 hours ago
1

















































