Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 07 Apr 2026 16:30 WIB

Selain menawarkan kesegaran air pegunungan, Kali Jodoh di Maluku Tengah menyimpan mitos tentang kemudahan mendapatkan pasangan bagi para pengunjungnya. Ilustrasi wilayah pegunungan. (Unsplash/Micah Hallahan)

Maluku Tengah, CNN Indonesia --

Terletak di kaki Gunung Binaiya, tepatnya di Desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, sebuah destinasi wisata unik bernama Kali Jodoh memikat wisatawan. Selain menawarkan kesegaran air pegunungan, tempat ini menyimpan mitos tentang kemudahan mendapatkan pasangan bagi para pengunjungnya.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dua jam atau sekitar 120 kilometer dari pusat Kota Masohi. Tantangan belum berakhir di sana; pengunjung masih harus menyusuri jalur hutan sepanjang 10 kilometer dengan kondisi jalan beraspal kasar dan menanjak.

Namun, lelah perjalanan terbayar dengan tarif masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp10 ribu per orang. Wisatawan dapat menikmati kolam alami berdiameter 8 meter dengan kedalaman 1,25 meter. Suhu airnya yang ekstrem mendekati dinginnya es menjadi daya tarik utama bagi para pencinta alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara visual, permukaan air di Kali Jodoh tampak biru keputihan, serupa uap panas. Keelokan warna ini muncul dari perpaduan air jernih dan gelembung udara yang keluar dari pori-pori batuan karang di dasar tanah.

Bagi mereka yang mendamba pasangan, terdapat ritual sederhana yang dipercayai warga setempat: membasuh wajah dengan niat yang bersungguh-sungguh.

"Air ini diyakini membawa berkah. Jika datang dengan niat tulus, permohonan mendapatkan jodoh dipercaya akan terkabul," ujar pengelola wisata Kali Jodoh, Antosius, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/4).

Selain mitos perjodohan, air di kolam ini juga diklaim memiliki khasiat penyembuhan. Antosius menyebut banyak wisatawan yang merasa tubuhnya jauh lebih segar dan ringan setelah berendam, terutama bagi mereka yang merasa pegal atau kelelahan setelah perjalanan jauh.

Dahulu, mata air ini dikenal dengan nama 'Ninivala' yang berarti hanyut. Kawasan ini dianggap keramat oleh penduduk lokal sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang, sehingga tidak sembarang orang berani membasuh wajah di sana.

Nama 'Kali Jodoh' sendiri mulai melekat setelah tersiar kisah seorang pendeta perempuan yang menemukan jodohnya di tempat tersebut.

Alkisah, sang pendeta meminta bantuan tetua adat Desa Piliana untuk membawanya berdoa dan mandi di kolam Ninivala bersama seorang pria. Tak lama setelah ritual tersebut, keduanya resmi menikah. Sejak saat itulah, sang pendeta menamai tempat ini Kali Jodoh.

Kini, di tengah kolam tumbuh dua pohon besar yang berdiri kokoh berdampingan. Warga menyebutnya sebagai 'pohon pasangan', yang semakin memperkuat identitas tempat ini sebagai air pembawa jodoh.

Popularitas Kali Jodoh mulai meroket sejak warga Piliana membuka akses jalur pendakian menuju Gunung Binaiya pada 2007. Gunung Binaiya merupakan puncak tertinggi di Kepulauan Maluku dengan ketinggian 3.027 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sebagai pegunungan karst yang bukan merupakan gunung berapi, Binaiya menawarkan medan pendakian yang beragam, mulai dari ekosistem pantai hingga hutan sub-alpin. Hampir setiap pendaki yang menuju puncak Binaiya menyempatkan diri singgah di Kali Jodoh, baik untuk menikmati kesegaran airnya maupun mengambil persediaan air minum.

Daya tarik Kali Jodoh tidak hanya memikat warga lokal, tapi juga wisatawan dari kabupaten tetangga. Pasangan Amir dan Nur, yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Seram Bagian Timur, mengaku terkesan dengan keasrian lokasi ini.

"Tempatnya bagus dan sangat menyenangkan. Kami bisa mandi sepuasnya dan mengabadikan momen di sini," ujar mereka setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda motor.

Senada dengan mereka, pengunjung lain bernama Emang Sopalatu mengaku sempat khawatir dengan suhu air yang sangat dingin. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah ia mencoba masuk ke dalam air.

"Tadinya badan terasa sakit karena perjalanan jauh, tapi setelah berenang langsung segar kembali. Airnya mantap, semoga membawa berkat," pungkasnya.

(sai/wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |