Jakarta, CNN Indonesia --
Jerman Barat meraih gelar Piala Dunia 1974 di kandang sendiri berkat gol penentu kemenangan Gerd Muller di final melawan Belanda. Dari situ, Muller dikukuhkan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen saat itu.
Piala Dunia 1974 Jerman Barat bergulir di tengah filosofi baru dalam permainan sepak bola yang dikenal sebagai 'total football'. Ajax dan Bayern Munchen mendominasi kancah Eropa dengan pendekatan permainan anyar ini.
Jerman Barat datang sebagai juara Piala Eropa 1972 dengan gaya permainan yang efektif meski tak seindah Belanda. Di sisi lain, Belanda tampil memukau dengan dipimpin Johan Cruyff yang tengah berada di puncak permainannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brasil yang tampil sebagai juara bertahan gagal mempertahankan dominasi. Tanpa Pele, Gerson, dan Tostao, tim Samba kesulitan dan nyaris tersingkir di fase grup sebelum akhirnya lolos ke babak kedua dengan susah payah.
Jerman Barat justru tampil kurang meyakinkan di fase grup, termasuk menderita kekalahan memalukan dari Jerman Timur. Mereka baru benar-benar menemukan performa terbaiknya di babak kedua dan seterusnya.
Tiket final Jerman Barat ditentukan dalam laga terakhir babak grup kedua melawan Polandia di Frankfurt. Gerd Muller mencetak gol di menit ke-76 yang menjadi satu-satunya gol penentu kemenangan sekaligus mengamankan jatah ke partai puncak.
Final mempertemukan Jerman Barat dan Belanda pada 7 Juli 1974 di Munchen. Laga tersebut sarat akan latar belakang sejarah antara kedua bangsa. Belanda berambisi mempermalukan tuan rumah, sementara Jerman Barat pantang menyerah di hadapan publik sendiri.
Belanda langsung menekan sejak menit pertama. Bola berpindah kaki 13 kali tanpa disentuh pemain Jerman sebelum Cruyff masuk ke kotak penalti dan dijatuhkan. Johan Neeskens yang ditugaskan sebagai algojo sukses membuka keunggulan Belanda, hanya sekitar 80 detik setelah kickoff.
Alih-alih menekan, Belanda justru memilih bermain 'mengejek' dengan menguasai bola. Jerman Barat yang dikomandoi Franz Beckenbauer tetap tenang dan mendapat hadiah penalti di menit ke-25 setelah Bernd Hoelzenbein dijatuhkan. Paul Breitner yang menjadi eksekutor sukes menyamakan kedudukan 1-1.
Dua menit sebelum turun minum, Muller mengubah skor menjadi 2-1 dengan momen yang kini masuk dalam sejarah. Ia melakukan gerakan memutar atau pirouette di dalam kotak penalti, lalu melepas tembakan rendah ke sudut bawah gawang yang tak terjangkau kiper.
Belanda yang kehilangan momentum di babak pertama tampil lebih agresif usai jeda. Namun kiper Sepp Maier tampil gemilang menahan setiap ancaman, termasuk dua peluang emas Neeskens. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Dengan kemenangan itu, Jerman Barat menjadi tim Eropa pertama yang meraih double juara Piala Eropa (1972) dan Piala Dunia (1974) secara berurutan. Rekor ini baru disamai Prancis yang juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer, yang sebelumnya kalah di final 1966 dan finis ketiga di 1970, akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia baru (FIFA World Cup Trophy) yang menggantikan trofi Jules Rimet.
Sementara Muller menutup karier internasionalnya di Piala Dunia 1974 dengan total 14 gol dari 13 pertandingan di dua edisi Piala Dunia. Ia melampaui rekor 13 gol Just Fontaine yang sebelumnya dicetak dalam satu turnamen pada 1958.
Selain rekor Piala Dunia, Muller juga mencetak 68 gol dalam 62 penampilan bersama timnas Jerman Barat serta 365 gol dalam 427 laga Bundesliga bersama Bayern Munchen. Hingga saat ini, torehan tersebut masih jadi yang tertinggi dalam sejarah Liga Jerman.
(afr/nva)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
6

















































