PLN Janji Percepat Pemulihan Listrik di Sumatra Utara

8 hours ago 25

Medan, CNN Indonesia --

PT PLN berupaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra Utara setelah cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur transmisi.

Hingga kini, sembilan tower transmisi roboh dan tiga tower lainnya mengalami kerusakan sehingga memerlukan penanganan intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatra, Yenti Elfina mengatakan PLN mengerahkan empat set Tower Emergency (TE) yang akan dipasang pada jalur transmisi terdampak ebagai langkah percepatan.

"Peralatan tersebut didatangkan dari berbagai wilayah, yakni satu set dari Aceh, satu set dari Sumatera Selatan, serta dua set dari Jakarta," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Untuk mempercepat mobilisasi peralatan, dua set Tower Emergency dari Jakarta dikirim menggunakan pesawat Hercules dan telah tiba di Sumatera Utara pada Jumat (6/6).

Kehadiran peralatan ini dinilai penting guna mendukung pembangunan tower darurat dan mempercepat pemulihan jaringan transmisi yang terdampak.

[Gambas:Video CNN]

"Pesawat Hercules yang membawa dua set Tower Emergency dari Jakarta tiba di Sumatera Utara. Dukungan peralatan ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan tower darurat dan pemulihan sistem transmisi yang terdampak," ujarnya.

Menurutnya saat ini, fokus utama PLN mendirikan Tower Emergency pada jalur transmisi SUTET 275 kV yang menjadi tulang punggung penyaluran listrik di wilayah tersebut.

Ratusan personel disiagakan di lapangan untuk memastikan proses mobilisasi material, konstruksi, hingga pengamanan lokasi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

"Berdasarkan perencanaan teknis yang telah disusun, pembangunan Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026, dengan catatan kondisi cuaca dan akses menuju lokasi pekerjaan tetap mendukung," urainya.

Yenti menjelaskan, seluruh personel saat ini bekerja secara bergantian selama 24 jam untuk mempercepat proses pemulihan.

PLN juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan normalisasi sistem kelistrikan dapat berlangsung secepat mungkin.

"Seluruh personel bekerja maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan," tuturnya.

"Kami optimistis pembangunan Tower Emergency dapat selesai sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya," katanya.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, PLN masih menerapkan manajemen beban secara terukur di sejumlah wilayah guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat gangguan pasokan listrik tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI/Polri dalam percepatan pemulihan ini. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi seluruh personel yang terus bekerja di lapangan," tutup Yenti.

(fnr/chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |