Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi meluncurkan France-Indonesia High Level Business Council atau Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis dalam kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis.
Forum tersebut langsung menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp62,38 triliun (asumsi kurs Rp17.823 per dolar AS) di sektor energi, perdagangan, dan pertahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan dewan bisnis tersebut menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan ekonomi RI dan Prancis sekaligus mempercepat realisasi berbagai kerja sama yang telah dibangun kedua negara.
Peluncuran forum bisnis tingkat tinggi itu dilakukan pada Kamis (28/5) di Paris dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis.
"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Rosan dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).
Forum tersebut mempertemukan 30 pimpinan perusahaan dan pelaku industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Total kapitalisasi pasar gabungan perusahaan yang tergabung dalam dewan bisnis itu mencapai US$1,3 triliun atau setara Rp23.170,74 triliun.
Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.
Salah satu hasil konkret dari peluncuran forum tersebut adalah tercapainya empat kesepakatan komersial baru senilai US$3,5 miliar. Kesepakatan itu difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
"Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif," katanya.
Selain mendorong investasi baru, Rosan menilai dewan bisnis tersebut juga akan berperan penting dalam mengawal pelaksanaan berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.
Ia mengingatkan bahwa saat kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara menandatangani 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai lebih dari US$11 miliar atau Rp196,06 triliun.
"Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal," ujarnya.
Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada 2035.
Pemerintah RI dan Prancis bersama Kadin Indonesia serta MEDEF International akan memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.
"Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global," kata Rosan.
Peluncuran dewan bisnis tersebut menjadi salah satu agenda ekonomi utama dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang berakhir pada Sabtu (30/5).
Selain menghadiri peluncuran forum bisnis, Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Macron di Istana Elysee untuk membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai bidang.
(del/dmi)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
8

















































