Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri ekonomi dan otoritas keuangan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5) sore.
Panggilan dilakukan di tengah tekanan terhadap rupiah yang kembali melemah hingga menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pantauan CNNIndonesia.com di Kompleks Istana, pejabat pertama yang terlihat hadir adalah Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi sekitar pukul 16.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama berselang, hadir pula Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sejumlah menteri lain di luar sektor moneter juga tampak memasuki Istana, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Saat ditanya agenda pembahasan dalam rapat sore ini, Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci, namun menduga pertemuan akan berkutat pada situasi ekonomi terkini.
"Belum tahu, paling diskusi masalah ekonomi," ujar Purbaya singkat.
Purbaya enggan banyak berkomentar mengenai pelemahan rupiah yang kini menyentuh level psikologis baru. Ia justru menyerahkan penjelasan teknis kepada BI selaku otoritas moneter.
"Tanya BI lah, kan kita apa? 5,61 (persen)," ujarnya merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I yang baru diumumkan hari ini.
Meski demikian, ia menilai pelemahan nilai tukar masih bisa diperbaiki selama fondasi ekonomi domestik tetap kuat.
"Kalau saya mikirnya gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar, dan itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti bank sentral yang akan jelaskan gimana cara memperbaikinya," tuturnya.
Senada, Airlangga juga belum mau membeberkan detail agenda rapat meski seluruh unsur Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tampak dipanggil ke Istana.
"Nanti ada beberapa yang dibahas, tadi sudah kita bahas," ujar Airlangga.
Namun ketika kembali ditanya apakah pelemahan rupiah menjadi fokus utama, Airlangga memilih irit bicara.
"Nanti saja," ujarnya.
Kehadiran serempak unsur KSSK, yakni Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS, serta sejumlah menteri ekonomi lainnya memunculkan sinyal pemerintah tengah membahas langkah koordinasi merespons gejolak pasar keuangan.
Rupiah sendiri terus berada di bawah tekanan sejak pekan lalu. Pada perdagangan hari ini, mata uang Garuda resmi menembus Rp17.400 per dolar AS, melemah dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp17.394 per dolar AS.Level ini menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang sejarah perdagangan modern.
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
6

















































