Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |17:58 WIB

BGN mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka jutaan lapangan kerja. (Foto: Okezone.com/BRI)
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka jutaan lapangan kerja dari aktivitas menyediakan layanan makanan berkualitas yang dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program MBG bukan sekadar memastikan gizi anak Indonesia terpenuhi, tapi kini sudah menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat.
"Sekarang sudah ada 1.067.000 tenaga kerja yang bekerja di 22.900 SPPG yang sudah operasional. Jadi, hari ini sudah 24.320 SPPG yang terverifikasi, dan 100 persen itu semuanya adalah SPPG yang dibangun oleh elemen masyarakat Indonesia," kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dalam acara diskusi "MBG Talks" yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Sony mengatakan efek ganda program MBG bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tapi membuka ceruk ekonomi baru yang bisa berkorelasi pada perbaikan lingkungan. Minyak goreng bekas atau jelantah dari aktivitas dapur MBG disebutkan bakal memiliki nilai tambah.
Dari data yang dipegang BGN, sedikitnya setiap SPPG dalam satu bulan menghasilkan 500 liter jelantah. Sisa minyak goreng ini tidak akan masuk ke parit-parit yang bakal mencemari lingkungan, tapi akan diolah menjadi barang bernilai ekonomi.
"Dengan adanya SPPG, orang mulai aware bahwa 500 liter per bulan dari satu SPPG, ini satu potensi ekonomi yang lain. Nah, ini membuka wawasan bagaimana meningkatkan perekonomian," kata dia.

















































