PSSI Respons Rusuh Suporter Persijap vs Persis: Ini Lupa Kanjuruhan

9 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengingatkan suporter Indonesia untuk tidak lupa dengan Tragedi Kanjuruhan.

Hal ini disampaikan Arya merespons terjadinya kericuhan mengarah kerusuhan antara oknum suporter Persijap Jepara dengan Persis Solo di Jepara, Kamis (5/3).

"Ini suporternya lupa sama [Tragedi] Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya. Itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya saat ditemui di Lapangan C Senayan, Jumat (6/3). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away [tandang], tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter."

Karena hubungan antarsuporter yang kian membaik itu, PSSI diminta membuka larangan suporter tandang. Namun, ada yang positif, terjadi kericuhan yang tidak perlu di Jepara.

"Kami berharap teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain yang membuat kita celaka."

"Buat apa kita harus ada korban-korban lagi, emosi yang ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membuat larangan away," ujarnya.

PSSI pun menyadari bahwa situasi kompetisi pada akhir musim ini cukup rawan. Tidak hanya di level kasta tertinggi, tetapi juga untuk kompetisi kasta kedua seperti Championship.

Saat ini terjadi persaingan yang sangat ketat di papan atas untuk meraih gelar juara dan persaingan di papan bawah untuk selamat dari degradasi. Ini bisa menimbulkan friksi antarsuporter.

"Sekarang kami sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kami sedang diskusi, karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir [musim]," ucap Arya.

"Jadi, ini kondisi rawan. Karena menuju akhir-akhir liga sedikit rawan, baik dari Liga 1 [Super League] maupun Liga 2 [Championship] karena masalah promosi," ujarnya menjelaskan. 

[Gambas:Video CNN]

(ikw/abs)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |