Rihanna Sangat Panik dan Heran Jadi Target Penembakan

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 16:20 WIB

Rihanna masih tak habis pikir bisa jadi korban serangan penembakan oleh orang yang mampu menembus ke kediamannya pada Minggu (8/3). Rihanna masih tak habis pikir bisa jadi korban serangan penembakan oleh orang yang mampu menembus ke kediamannya pada Minggu (8/3). (AFP/FREDERIC J BROWN)

Jakarta, CNN Indonesia --

Rihanna masih tak habis pikir bisa jadi korban serangan penembakan oleh orang yang mampu menembus ke kediamannya pada Minggu (8/3), padahal rumahnya sudah memiliki tim keamanan tersendiri.

Menurut sejumlah sumber People, Rihanna pada saat kejadian berada di rumahnya dan pelantun Diamond tersebut "sangat panik" tiba-tiba ada orang masuk dan melepaskan tembakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan dengan tim keamanan yang hebat, menakutkan untuk menyadari bahwa hal seperti ini masih bisa terjadi," kata sumber seperti yang diberitakan People pada Senin (9/3).

"Rihanna mendengar tembakan, tetapi awalnya bingung tentang apa yang terjadi. Dia tidak mengerti mengapa seseorang akan menargetkan keluarganya."

Meski insiden tersebut "mengerikan" bagi Rihanna, tapi "untungnya semua orang selamat." Apalagi di rumah itu ia tinggali bersama A$AP Rocky, dan putra-putra mereka, RZA (3,5 tahun), Riot (2,5 tahun), dan putri mereka, Rocki (6 bulan).

Sumber lain mengatakan kepada Page Six seperti yang diberitakan Senin (9/3), bahwa Rihanna mengambil tindakan pencegahan keamanan ekstra dan menjadwal ulang pemotretan.

Page Six dan People menyatakan mereka sudah menghubungi perwakilan Rihanna.

Seorang perempuan 35 tahun bernama Ivanna Ortiz ditangkap polisi setelah melepaskan tembakan ke arah rumah mewah Rihanna di Beverly Hills, California pada Minggu (8/3). Laporan mencatat, salah satu tembakan menembus dinding.

Sebuah sumber penegak hukum mengatakan kepada Los Angeles Times, seperti dikutip dari People, bahwa seorang tersangka melepaskan tembakan ke rumah di Beverly Hills tersebut.

Dalam rekaman audio panggilan darurat dari Divisi Barat LAPD, seperti diberitakan People pada Senin (9/3) pada pukul 13.19 waktu setempat, operator menyampaikan informasi dari informan kepada petugas melalui radio, mengatakan, "Sekitar 10 tembakan terdengar."

Orang yang melaporkan, disebut operator sebagai "PR" dalam audio mengatakan, "tembakan berasal dari seberang jalan ... gerbang atas."

Operator kemudian mengidentifikasi tersangka mengendarai Tesla Model 3 putih dengan plat nomor sementara dan memberi tahu petugas bahwa kendaraan tersebut melarikan diri.

"10 tembakan dilepaskan dari kendaraan di gerbang," kata operator. "Tersangka nomor satu adalah seorang pengemudi, perempuan Hispanik, berambut pirang, mengenakan kemeja putih."

Ivanna Lisette Ortiz kemudian ditangkap ditangkap sekitar 30 menit setelah panggilan pertama masuk. Ia ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan sehubungan dengan kejahatan itu. Dia ditahan dengan jaminan sebesar US$10,2 juta.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |