RMA Indonesia Sebut Tak Terlibat Impor 35 Ribu Pikap Mahindra

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemegang merek dan distributor resmi Mahindra di dalam negeri, RMA Indonesia, mengatakan tak terlibat proyek impor Completely Built Up (CBU) 35 ribu pikap Mahindra Scorpio 4x4 untuk Koperasi Desa Merah Putih.

GM of Mahindra RMA Indonesia Wilda Bachtiar menjelaskan mekanisme impor pikap itu tidak melalui perusahaannya, tetapi langsung berhubungan dengan prinsipal Mahindra di India.

"Seperti yang sudah kita sampaikan ya, bahwa ini kan tidak lewat RMA ya. Jadi mereka langsung kontrak dengan Mahindra (prinsipal)," kata Wilda saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya impor pikap CBU ramai jadi bahan perbincangan panas usai BUMN pengelola Koperasi Desa Merah Putih, Agrinas Pangan Impor, berencana mendatangkan 105 ribu unit dari India. Mahindra kebagian jatah 35 ribu, sementara sisanya akan dipasok dari Tata Motors.

Salah satu kritikan tentang impor ini datang dari produsen lokal yang menyatakan kesanggupan menyuplai jumlah itu memanfaatkan manufaktur dalam negeri. Selain itu jumlah impor juga jadi sorotan karena angkanya sebanyak total penjualan pikap di Indonesia pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahindra dan Tata Motors sendiri telah berbisnis di Indonesia sejak lama tetapi tak pernah mendirikan pabrik perakitan. Produk-produk yang dijual di Indonesia dari keduanya merupakan unit impor.

RMA Indonesia telah bekerja sama dengan Mahindra & Mahindra Ltd, bagian dari Mahindra Group, selama lebih dari lima tahun. Kolaborasi keduanya ditandai peluncuran pikap Scorpio pada 17 Oktober 2019.

Wilda memaparkan prinsipal telah mematok kuota impor per negara, Indonesia disebut dijatah 3 ribu unit.

"Kalau di kita kan per negara kita ada jatahnya ya. Kalau maksimalnya (di Indonesia), kurang lebih tiga ribuan lah ya," tuturnya.

Pikap impor diterima servis

Meski menyatakan tak terlibat, Wilda menuturkan pihaknya bisa memfasilitasi layanan purna jual pikap impor Agrinas di dealer-dealer mereka.

"Kalau kita kan sudah punya banyak jaringan ya. Jadi kalaupun mereka apa namanya unit-unit itu datang ke tempatnya kita, kita layani," ujarnya.

Layanan purna jual ini termasuk penyediaan suku cadang dan layanan lainnya sesuai kapasitas jaringan yang dimiliki Mahindra RMA Indonesia.

"Kita siap sih, kalau memang diminta oleh prinsipal untuk men-support itu, kita siapkan saja penyediaannya. Ya, terbatas sama jaringan yang kita punya ya," katanya.

Terkait garansi, Mahindra RMA Indonesia tidak menyediakan layanan untuk pikap yang diimpor langsung dari Mahindra.

"Kalau garansi kan di luar kita ya. Karena mereka direct kan. Kita tidak melayani untuk garansi," jelas Wilda.

Total jaringan purna jual Mahindra RMA Indonesia saat ini mencapai 20 sampai 30 unit dan masih akan terus bertambah.

"Antara 20 sampai 30 lah dan masih ... masih terus bertambah," katanya.

Adapun terkait rencana pendirian pabrik Mahindra di Indonesia, Wilda mengatakan pembicaraan ini sudah lama terjadi antara Mahindra RMA Indonesia dengan prinsipal.

"Kalau pabrik itu sudah lama kita bicarakan," tuturnya.

Detail-detail tentang pemegang tanggung jawab, mekanisme operasional, serta waktu pendirian masih harus menunggu diskusi final dengan Mahindra principal.

"Tergantung nanti diskusi finalnya dengan Mahindra ya," ujarnya.

"Semoga soon," tutup Wilda.

(iqb/fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |