Bagas Abdiel
, Jurnalis-Sabtu, 29 Maret 2025 |02:35 WIB
Taufik Hidayat menegaskan tak ada rasa iri kepada para pemain non-pelatnas seperti Sabar/Reza yang lebih berprestasi (Foto: PBSI)
JAKARTA - Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan tak ada rasa iri kepada para pemain non-pelatnas yang lebih berprestasi ketimbang para penghuni Cipayung. Ia justru mempertanyakan para pemain yang ada di Pelatnas PBSI karena kalah bersaing.
Pada tur Eropa selama Maret 2025, para pemain non-pelatnas PBSI memang mampu menunjukkan eksistensinya. Salah satunya adalah ganda campuran Indonesia yakni Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.
1. Gelar Juara

Pasangan PB Djarum itu mampu tampil fenomenal dengan mengoleksi satu gelar juara dan dua runner-up dari turnamen yang diikuti. Gelar juara didapat dari Polish Open 2025 dan dua runner-up diraih di German Open 2025 serta Orleans Masters 2025.
Selain itu, ada Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani yang telah menunjukkan prestasi apik sejak 2024. Bahkan pada All England 2025, pasangan peringkat 7 dunia itu sukses menembus babak semifinal.
2. Kinerja Pemain Pelatnas PBSI
Dengan pencapaian ini, banyak yang mempertanyakan kinerja para pemain pelatnas PBSI yang bisa dibilang kalah moncer. Tak terkecuali Taufik yang menyayangkan pencapaian para pemain pelatnas PBSI.
"Kalau memang mereka di luaran lebih bagus, kami bersyukur sama-sama buat Indonesia kok. Tapi berbeda-beda latihannya, berbeda caranya," ungkap Taufik kepada awak media di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, dikutip Jumat (28/3/2025).
"Kami enggak iri, enggak cemburu. Tapi kami menyayangkan yang ada di pelatnas. Kok bisa begitu? Harusnya mereka bukan emosi tapi jadi pacuan,” imbuh pria asal Jawa Barat itu.
“Kan fasilitas sudah ada semua di pelatnas. Latihan, asrama, tinggal makan, paspor diurus tinggal ambil di Cengkareng. Pikirkan apa lagi coba?" tegas Taufik.