CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 16:55 WIB
Apakah harus membaca doa iftitah saat shalat tarawih? Simak penjelasannya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap malam di bulan Ramadan, umat Islam berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan shalat tarawih secara berjamaah. Di tengah kekhusyukan tersebut, tidak sedikit jamaah yang masih bertanya-tanya mengenai tata cara pelaksanaannya secara jelas.
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah shalat tarawih apakah membaca doa iftitah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, mayoritas umat Islam melaksanakan 20 rakaat dengan sepuluh kali salam, kemudian ditutup dengan shalat witir tiga rakaat. Namun, ada pula yang memilih 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir.
Dasar pelaksanaan Tarawih di antaranya merujuk pada hadis yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi melalui Ibnu Abbas:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya: Sungguh Nabi Muhammad SAW melakukan sholat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) sholat witir.
Shalat Tarawih diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam pada setiap dua rakaat. Meski tata caranya serupa dengan shalat sunnah lainnya, masih ada perbedaan pendapat terkait beberapa rincian pelaksanaannya, termasuk soal doa iftitah.
Lalu, apakah harus membaca doa iftitah saat shalat Tarawih? Berikut hukumnya, seperti yang dilansir dari NU Online.
Shalat tarawih apakah membaca doa iftitah?
Sholat tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid ataupun sendiri di rumah. Secara umum, tata caranya pun serupa dengan pelaksanaan shalat sunnah lainnya sehingga tidak ada perbedaan dalam praktiknya.
Bagi yang menunaikan tarawih 8 rakaat dan dilanjutkan dengan 3 rakaat witir, susunannya bisa dilakukan dalam dua kali empat rakaat, kemudian ditutup dengan witir tiga rakaat.
Selain itu, bisa juga dikerjakan dua rakaat satu salam, sehingga menjadi rangkaian 2-2-2-2 untuk Tarawih, lalu 2 rakaat witir dan 1 rakaat sebagai penutup.
Sebagian umat Islam juga melaksanakan Tarawih sebanyak 20 rakaat yang kemudian disempurnakan dengan 3 rakaat witir.
Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat setiap salam hingga genap 20 rakaat, lalu ditambah witir yang dikerjakan dua rakaat dan satu rakaat secara terpisah.
Dengan susunan rakaat yang beragam tersebut, apakah harus membaca doa iftitah saat shalat tarawih?
Setelah niat dan takbiratul ihram, membaca doa iftitah hukumnya sunnah. Artinya, doa iftitah dianjurkan untuk dibaca, tetapi tidak wajib. Jika ditinggalkan, shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.
Namun, ada beberapa pendapat ulama mengenai aturan membaca doa iftitah pada shalat Tarawih. Salah satunya menurut ulama Hanabilah bahwa shalat sunnah yang dilakukan dengan lebih dari satu salam, seperti tarawih, dhuha, maupun rawatib, dianjurkan membaca doa iftitah setiap memulai dua rakaat.
Hal ini karena masing-masing dua rakaat dipandang sebagai ibadah yang terpisah. Sementara itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa doa iftitah cukup dibaca sekali saja pada awal sholat.
Sebagian ulama juga membolehkan untuk tidak membaca doa iftitah pada shalat sunnah yang dilakukan dengan beberapa kali salam, misalnya dalam pelaksanaan shalat tarawih.
Demikian penjelasan mengenai shalat Tarawih apakah membaca doa iftitah. Doa iftitah boleh dibaca setelah takbiratul ihram dan boleh pula ditinggalkan tanpa membatalkan shalat.
(gas/fef)

2 hours ago
5















































