CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 20:05 WIB
Shenina Cinnamon menjadi kasir pasar swalayan sekaligus penggemar K-pop yang terobsesi dengan sebuah girl group dalam serial bertajuk Night Shift for Cuties. (dok. Netflix Indonesia via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia --
Shenina Cinnamon menjadi kasir pasar swalayan sekaligus penggemar K-pop yang terobsesi dengan sebuah girl group dalam serial bertajuk Night Shift for Cuties.
Dalam serial Netflix tersebut, Shenina akan berduet dengan Nadya Syarifa. Keduanya memerankan dua sahabat dengan pekerjaan dan obsesi yang sama, girl grup bernama Purple Tea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kreator Monica Vanesa Tedja mengaku kisah dalam serial ini terinspirasi dari kuatnya pengaruh K-Pop terhadap gairah hidup penggemarnya. Ia terinspirasi ketika melihat perubahan pada teman dekatnya saat jadi penggemar salah satu boy grup Korea.
"Dia itu berbeda sekali ketika dia akhirnya [menjadi penggemar K-Pop], matanya berbinar, tiba-tiba jadi kayak semuanya berubah, personalitinya, bagaimana cara dia berpenampilan, in a good way ya, dan dari situ aku jadi mulai tertarik untuk membahas," kata Monica saat konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis (4/6).
Night Shift for Cuties berfokus pada kehidupan Muti (Shenina Cinnamon) dan Jenar (Nadya Syarifa) sebagai sandwich generation pada saat memasuki usia dewasa. Di tengah peliknya menjadi tulang punggung, dua sahabat itu bertahan hidup dengan kesenangan mereka saat menjadi fangirl.
Serial ini sekaligus menjadi ajang debut akting Nadya Syarifa. Ia dikenal sebagai Gemat atau Sailormoney, seorang podcaster Asupannomg3 bersama Emma Montez, dan juga seorang konten kreator di media sosial.
Nadya dikenal dengan penampilannya yang cukup nyentrik, yang dinilai Monica sangat tepat memerankan karakter Jenar. Di sisi lain, tema dan alur cerita Night Shift for Cuties juga menjadi alasan Nadya memutuskan untuk terlibat dalam proyek tersebut, apalagi girl group dan lagu serial ini terinspirasi dari XG dan New Jeans.
"I feel like this is a right, the right project for me. Jadi pas menerima panggilan atas seriesnya, pas dibuka juga referensinya New Jeans, aku sudah kayak, 'this is real, this is real kan?'," ungkap Nadya.
Dalam Night Shift for Cuties, K-pop tidak hanya hadir sebagai latar cerita, tetapi semesta utama untuk Muti dan Jenar. Bagi mereka menjadi penggemar K-Pop adalah ruang aman untuk merasa dilihat, didengar, dan, untuk sesaat, merasa cukup.
"Kami tidak mau bilang menjadi penggemar itu salah, justru itu sangat manusiawi. Tapi yang menarik adalah ketika batas antara realitas dan fantasi itu mulai kabur, di situ biasanya ada luka yang belum selesai," kata Monica.
Night Shift for Cuties berlatar di sebuah pasar swalayan kecil Korea bernama K-Nyeong Mart. Di balik rutinitas shift malam dan rak-rak berisi ramyeon instan, tersimpan cerita tentang kesepian, keluarga yang tidak utuh, dan keinginan untuk merasa cukup.
Persahabatan Muti dan Jenar juga diuji di tengah obsesi keduanya untuk dapat menghadiri konser akbar Purple Tea di Korea Selatan. Night Shift for Cuties tayang di Netflix pada 3 Juni 2026.
(van/end)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
6

















































