Siapa 2 Anggota DPR Muslim yang Teriaki Trump saat Pidato Kenegaraan?

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta dua anggota parlemen dari Partai Demokrat dideportasi dari AS.

Permintaan itu disampaikan gegara keduanya meneriaki Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Capitol pada Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika orang bisa berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah politisi curang dan korup, yang sangat buruk bagi negara kita, maka kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asalnya secepat mungkin," tulis Trump di Truth Social, Rabu (25/2).

"Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat," lanjut Trump.

Pernyataan Trump ini ditujukan kepada Rashida Tlaib dan Ilhan Omar.

Kedua anggota Kongres Muslim tersebut meneriaki Trump saat sang Presiden membahas soal imigrasi.

"Anda telah membunuh warga Amerika!" teriak Omar.

Siapa Ilhan Omar dan Rashida Tlaib?

Ilhan Omar merupakan perempuan Muslim kelahiran Somalia. Ia sudah hampir 30 tahun menjadi warga AS yang sah.

Dilansir dari laman resmi parlemen, Omar dan keluarganya melarikan diri dari perang saudara Somalia ketika berusia delapan tahun. Mereka menghabiskan empat tahun di kamp pengungsi Kenya sebelum datang ke AS pada tahun 1990-an.

Pada 1997, Omar dan keluarga pindah ke Minneapolis. Saat remaja, ia mulai tertarik dengan dunia politik karena kakeknya menjadi anggota Kongres.

Sebelum mencalonkan diri di parlemen, Omar bekerja sebagai pendidik komunitas di Universitas Minnesota. Ia juga bekerja sebagai Policy Fellow di Humphrey School of Public Affairs dan menjabat sebagai Asisten Kebijakan Senior untuk Dewan Kota Minneapolis.

[Gambas:Video CNN]

Pada Januari 2019, Omar dilantik sebagai anggota legislatif yang mewakili Minneapolis, negara bagian Minnesota.

Pelantikan ini membuatnya jadi pengungsi Afrika pertama di Kongres, perempuan kulit berwarna pertama yang mewakili Minnesota, serta salah satu dari dua perempuan Muslim-Amerika pertama yang duduk di parlemen.

Di Kongres, Omar menjabat sebagai anggota Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia juga bertugas di Komite Pendidikan dan Tenaga Kerja, di mana ia jadi anggota Subkomite Perlindungan Tenaga Kerja dan Subkomite Kesehatan, Ketenagakerjaan, Perburuhan, dan Pensiun (HELP).

Omar adalah Wakil Ketua Kaukus Progresif Kongres dan Wakil Ketua Kaukus Medicare untuk Semua.

Sementara itu, Rashida Tlaib merupakan warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan.

Ia mencetak sejarah pada 2008 dengan menjadi perempuan Muslim pertama yang pernah menjabat di legislatif Michigan.

Tlaib adalah ibu dua anak yang berani melawan para miliarder dan perusahaan yang mencemari distriknya.

Ia membuat miliarder Matty Moroun memenuhi kewajibannya dalam melindungi kesehatan masyarakat dengan mengorganisir kampanye "We Have A Right To Breathe". Saat itu, Moroun mencemari lingkungan Michigan karena truk-truk besarnya.

Tlaib menjabat sebagai Anggota Kongres untuk Distrik Kongres ke-12 Michigan, yang meliputi Kota Detroit, Dearborn, Southfield, dan banyak komunitas di sekitarnya.

Ia mengemban sejumlah tugas, antara lain sebagai Ketua Kaukus Ibu-ibu Kongres, Ketua Kaukus Kongres untuk Menghilangkan Timbal, anggota Komite DPR Bidang Layanan Keuangan, anggota Komite Pengawasan dan Akuntabilitas DPR, dan anggota kaukus lainnya.

Baik Tlaib maupun Omar tidak memenuhi syarat untuk dideportasi dari AS.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |