Singapura Blokir 14 Unggahan di Youtube Cs Targetkan Komunitas India

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Singapura secara resmi memerintahkan tiga platform media sosial besar untuk memblokir akses terhadap 14 unggahan yang dinilai menargetkan komunitas India. Ketiga media sosial tersebut adalah YouTube, Facebook, dan X atau yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Konten-konten tersebut diduga kuat berasal dari platform yang berbasis di China dan dianggap dapat merusak model multikulturalisme di Negeri Singa tersebut, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia pada Sabtu (6/6).

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyatakan pada Sabtu (6/6) bahwa pihak kepolisian telah mengeluarkan perintah pemblokiran (disabling directions) berdasarkan Undang-Undang Kerugian Kriminal Online (OCHA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan arahan tersebut, ketiga platform diwajibkan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menutup akses pengguna di Singapura terhadap unggahan-unggahan bermasalah tersebut.

Menteri Kedua Dalam Negeri Singapura Edwin Tong mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, narasi provokatif ini sengaja disebarkan dari luar negeri, sebelum akhirnya dibagikan ulang oleh platform dan situs web lain.

"Video-video ini menyerang masyarakat multirasial kita dan mencoba memecah belah orang berdasarkan ras. Namun, ini bukan jati diri kita. Setiap komunitas di Singapura sangat berharga dan setiap orang memiliki tempat yang setara," ujar Edwin Tong kepada wartawan di Siglap South Community Centre, Sabtu (6/6)..

Edwin yang juga menjabat sebagai Menteri Hukum itu menegaskan bahwa pemerintah Singapura tidak akan menoleransi narasi apapun yang berupaya merusak keharmonisan rasial, terlebih ketika disebarkanoleh pihak asing

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri (MHA) mengatakan Singapura dengan tegas menentang "nativisme dan xenofobia".

"Upaya apa pun untuk mengadu domba satu komunitas dengan komunitas lain di sini harus ditolak dengan tegas. Serangan-serangan yang datang dari sumber asing ini sama sekali tidak dapat diterima," tulis pernyataan MHA.

(ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |