Jakarta, CNN Indonesia --
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bakal mengintegrasikan Stasiun KRL Karet dan Stasiun KRL BNI City dengan membuat travelator atau eskalator datar.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan jarak kedua stasiun tersebut sangat berdekatan, yakni hanya 150 meter. Ia menilai jarak yang berdekatan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan menjadi cukup tinggi.
"Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby membeberkan nantinya Stasiun KRL Karet akan dibuat menjadi selasar dengan dilengkapi travelator. Dengan begitu, kegiatan tap in dan tap out akan dilakukan di stasiun KRL BNI City.
"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar. Nanti kita demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator," ungkapnya.
Sebagai informasi, integrasi Stasiun KRL Karet dengan Stasiun KRL BNI City merupakan bagian dari proyek Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Dukuh Atas yang ditargetkan beres pada 2027.
Harapannya, berbagai moda transportasi, seperti LRT, MRT, KRL, dan Kereta Bandara dapat terintegrasi dalam satu lokasi. Adapun awalnya penggabungan Stasiun KRL Karet dengan Stasiun KRL BNI City ditargetkan selesai pada Desember 2025, tetapi hingga saat ini belum terealisasi.
(fln/pta)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































