Strategi '3 Tunggal Main Duluan' Prancis Bisa Runtuhkan Tembok China?

2 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis bakal bertemu China dalam laga final Thomas Cup 2026 dan kemungkinan bakal kembali menggunakan strategi tiga tunggal main lebih dulu.

Sejak pertandingan pertama fase grup menghadapi Thailand, Prancis sudah memainkan strategi '3 tunggal main duluan'. Hasilnya gagal total. Prancis kalah 1-4.

Setelah itu, strategi tersebut terbukti ampuh dan menjadikan lawan babak belur. Prancis hantam Aljazair 5-0, dan Les Bleus menundukkan Indonesia 4-1. Dua kemenangan itu membawa Prancis ke fase gugur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di perempat final, giliran Jepang disikat 3-0. Skor serupa juga jadi hasil akhir ketika Prancis menggilas India pada babak semifinal.

Pada partai final, Prancis akan bertemu dengan China. Kecil kemungkinan ada perubahan strategi dari tim yang diperkuat Popov bersaudara.

Itu lantaran Prancis diperkuat Christo Popov dan Toma Junior Popov yang bermain di sektor tunggal dan ganda.

Dari delapan opsi order of play, hanya strategi tiga tunggal putra bermain lebih dulu dan dua ganda putra bermain belakangan yang cocok dengan susunan pemain Prancis.

Dalam aturan BWF, seorang pemain tidak diperkenankan main beruntun dalam ajang Thomas & Uber Cup. Selain itu, bila seseorang bermain rangkap di dua nomor, pemain itu harus bermain di nomor tunggal dulu baru kemudian main di ganda.

Alhasil, dengan Christo Popov jadi tunggal pertama dan Toma Junior Popov jadi tunggal ketiga dan keduanya bermain rangkap, otomatis susunan pertandingan akan selalu membuat tiga tunggal Prancis dimainkan lebih dulu. Selain itu, Christo/Toma Junior yang aslinya jadi ganda putra pertama akan bergeser ke posisi pertandingan kelima.

Jika Prancis memiliki Christo, Toma, dan Alex Lanier yang mungkin akan turun di partai kedua di antara dua saudara kandung itu, maka China pun punya tunggal putra yang cukup mewah.

Wakil Tirai Bambu diperkuat Shi Yu Qi, Li Shi Feng, Weng Hong Yang, dan Lu Guang Zu. Empat tunggal putra papan atas ini cukup sepadan dengan kekuatan Prancis.

Kemungkinan Shi Yu Qi yang menempati peringkat nomor satu dunia akan bertemu dengan Christo yang menghuni posisi empat dunia. Sementara Li Shi Feng yang duduk di peringkat tujuh dunia berpotensi berjumpa penghuni ranking 10 besar, Alex Lanier.

Sedangkan Weng Hong Yang yang kini ada di peringkat 15 berpeluang berduel dengan Toma yang saat ini di peringkat 17 dunia.

Duel China vs Prancis juga menghadirkan pertemuan antara kekuatan lama bulu tangkis dunia dan pendatang baru dalam final beregu putra.

[Gambas:Video CNN]

(nva/jun)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |