Survei BI: Momentum Ramadan Pacu Penjualan Eceran Februari 2026

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) merilis survei penjualan eceran Februari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan dan bulanan.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang diprakirakan tumbuh sebesar 6,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Adapun kenaikan penjualan eceran didorong peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, dan subkelompok sandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat sebesar 4,4 persen (month-to-month/mtm).

"Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi tertulis, Selasa (10/3).

Sementara itu, pada Januari 2026, IPR tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy), terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 terkontraksi sebesar 2,7 persen (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah HBKN Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu April 2026, diprakirakan turun, sedangkan pada enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan meningkat.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idulfitri 1447 H.

Kemudian,IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan denganIEH pada Juni 2026 sebesar 156,3 yang didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |