Susul DPR, KONI dan PPPA Sorot Dugaan Pelecehan Seksual Atlet

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Olahraga Nasional (KONI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ikut soroti dugaan pelecehan seksual atlet.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, meminta dugaan pelecehan seksual kepada atlet diinvestigasi dengan baik dan benar. Asas praduga tak bersalah tetap dijaga.

Jika terbukti, pelaku harus disanksi dengan sangat tegas. Marciano berharap perilaku pelecehan seksual di lingkungan atlet tidak pernah terjadi lagi dalam olahraga Indonesia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang," kata Marciano dalam rilis Kemenpora, Senin (2/3).

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, juga prihatin dengan dugaan kasus pelecehan atlet. Arifah berempati kepada korban, tetapi tetap mendorong pembuktian kasus secara profesional.

"Kami mendorong agar korban mendapatkan pendampingan yang komprehensif mulai dari layanan psikologis, medis, hingga pendampingan hukum," kata Ida, Senin (2/3).

"Serta perlindungan dari segala bentuk tekanan, intimidasi maupun stigma. Kami juga menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan."

Dugaan pelecehan seksual dan kekerasan mengemuka setelah adanya laporan dari atlet panjat tebing kepada pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Pelatih speed panjat tebing FPTI, Hendra Basir, diduga menjadi pelakunya. Namun, Hendra secara terbuka membantah tuduhan tersebut. Saat ini FPTI sedang melakukan investigasi. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |