Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya kecaman, aksi pria berjoget di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun berujung pada teguran keras terhadap yang bersangkutan.
Aksi jogetnya itu diketahui viral di media sosial. Tak hanya berjoget, pria itu juga mengaku mendapat insentif sebesar Rp6 juta per hari dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang pun menyayangkan aksi pria tersebut. Dia bahkan mengaku kecewa dengan pria yang merupakan mitra pemilik SPPG.
Nanik mengaku telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN menemui pria tersebut dan diberikan teguran keras.
"Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras," ucap Nanik.
Tak hanya itu, Nanik menyebut BGN telah memantau SPPG milik pria itu dan membekukan sementara (suspend). SPPG milik pria itu tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) setelah dicek BGN.
Belakangan terungkap pria tersebut memiliki tujuh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG. Kata Nanik, keenam SPPG milik pria itu masih belum beroperasi dan akan diawasi ketat BGN selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running," kata dia.
Teranyar, pria tersebut pun meminta maaf buntut aksinya viral di media sosial. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Saya mohon maaf apalagi ini masih suasana Lebaran," kata dia dalam video yang dilihat CNNIndonesia.com di sosial media, Rabu (25/3).
Selain itu, ia juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Mungkin bapak presiden merasa risih tentang statement, joget-joget dengan program MBG," ujar dia.
(dis/ugo)
Add
as a preferred source on Google

23 hours ago
9
















































