The Mandalorian and Grogu Tuai Review Pedas, Tertolong Baby Yoda

5 hours ago 9

CNN Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 20:20 WIB

 The Mandalorian and Grogu dirujak kritikus, tapi mereka sepakat film itu tertolong penampilan Baby Yoda. (Lucasfilm Ltd) Cerita Star Wars: The Mandalorian and Grogu dirujak kritikus, tapi mereka sepakat film itu tertolong penampilan Baby Yoda. (Lucasfilm Ltd)

Jakarta, CNN Indonesia --

Star Wars: The Mandalorian and Grogu menuai beragam komentar dari para kritikus. Sejumlah kritikus menilai film terbaru itu kurang mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang kuat untuk tayang di bioskop.

Film layar lebar ini mendapatkan skor 60 persen dalam Tomatometer pada laman agregator Rotten Tomatoes, berdasarkan 119 ulasan sejak tayang per Rabu (20/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah kritikus menilai bahwa Star Wars: The Mandalorian and Grogu masih kurang dari berbagai aspek hingga cerita dirasa seharusnya tetap dipertahankan di layar kaca.

"Tidak ada alasan apa pun dalam film ini kecuali keinginan untuk menghasilkan lebih banyak uang," tulis Matt Zoller Seitz dari RogerEbert.com.

"Antara ceritanya yang klise dan adegan aksinya yang kurang memuaskan. The Mandalorian and Grogu terasa seperti film yang dibuat asal-asalan dan akan lebih baik jika menjadi musim baru dari The Mandalorian daripada proyek yang berdiri sendiri," tulis Pulliam-Moore dari The Verge.

[Gambas:Video CNN]

Para kritikus juga menyoroti karakter utama dalam Star Wars: The Mandalorian and Grogu yang dinilai dangkal lantaran kurang memiliki kedalaman emosi dan perkembangan karakter.

"Dari segi penulisan, setiap adegan secara terduga mendorong alur cerita ke depan, tetapi tanpa pengembangan karakter atau alur cerita yang memadai untuk membangun koneksi emosional yang Anda butuhkan agar dapat sepenuhnya terlibat dengan sebuah cerita," tulis Aaron Pruner dari CNET.

Sementara itu, David Crow dari Den of Geek bahkan menyamakan dua karakter utamanya dengan maskot yang biasa dijumpai di Disneyland.

"Mando dan temannya menampilkan kedalaman dan kepribadian yang khas dari karakter-karakter yang biasa ditemui dan disapa di taman hiburan," tulis David Crow dari Den of Geek.

"Mereka akan memikat pengunjung termuda, dan menggelitik minat beberapa orang dewasa yang setia, tetapi yang lainnya hanya akan menunggu wahana berikutnya," lanjutnya.

Tertolong Baby Yoda

Meski menuai komentar sinis, beberapa kritikus tetap menunjukkan antusias terhadap Grogu, karakter utama yang dikenal sebagai Baby Yoda. Karakter ini dinilai tampil solid dan mampu menarik minat penonton.

"Semua bisa sepakat bahwa Grogu asuhan (Din Djardin), Baby You-Know-Who yang hijau, berkeriput, bermata besar masih menggemaskan. Dari sekian banyak spin-off Star Wars, ini tampaknya yang paling solid," tulis Robert Abele dari The Los Angeles Times.

"Sering kali menggemaskan dan menyenangkan untuk seluruh keluarga, film garapan Jon Favreau ini terasa seperti tiga episode TV yang cukup bagus digabung menjadi satu," tulis Kate Erbland dari IndieWire.

"Jika itu terdengar menyenangkan bagi Anda sebagai penonton film dan penggemar Star Wars, maka The Mandalorian and Grogu akan memuaskan. Namun jika Anda berharap sesuatu yang sedikit lebih ambisius, jiwa film yang generik kemungkinan hanya akan terus mengikis naik-turunnya goodwill waralaba ini."

The Mandalorian and Grogu menandai kembalinya waralaba Star Wars ke layar lebar setelah tujuh tahun absen. Film terbaru ini akan memberikan sentuhan sinematik pada karakter utama dari serial Disney+ The Mandalorian.

Pedro Pascal sebagai Din Djarin akan bekerja sama dengan Grogu (alias Baby Yoda) dalam petualangan luas melintasi galaksi yang jauh.

The Mandalorian and Grogu turut dibintangi Sigourney Weaver, Steve Blum, Jonny Coyne, Hemky Madera, hingga sutradara legendaris Martin Scorsese sebagai cameo pengisi suara untuk karakter penjaga toko atau koki dari spesies Ardennian.

Showrunner Mandalorian, Jon Favreau didapuk sebagai sutradara sekaligus menggarap naskah bersama Dave Filoni.

The Mandalorian and Grogu tayang 20 Mei di bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(van/chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |