PIALA ASIA U-17 2025
CNN Indonesia
Sabtu, 05 Apr 2025 13:59 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas Korea Selatan dalam laga fase grup Piala Asia U-17 2025 tak lepas dari proses yang diawali sebuah lemparan ke dalam.
Situasi bola mati lemparan ke dalam menjadi momen krusial bagi Timnas Indonesia dalam beberapa waktu belakangan. Keberadaan Pratama Arhan dengan lemparan ke dalam yang jauh menjadi awal dari sebuah tren.
Arhan yang memperkuat Timnas Indonesia U-19, U-23, dan senior berkali-kali mempertontonkan kemampuan spesial saat membela negara. Hasilnya juga tak mengecewakan. Beberapa gol lahir diawali dari lemparan roket pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah, tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti hendak meniru jejak sang senior, para pemain junior juga ikut menggunakan lemparan ke dalam sebagai 'senjata' guna membuat pertahanan lawan kocar-kacir.
Robi Darwis, Welber Jardim, dan Fabio Azka Irawan tercatat sebagai pemain-pemain yang punya keistimewaan dalam lemparan ke dalam seperti Arhan.
Dalam laga Timnas Indonesia U-17 melawan Korea Selatan, Fabio memiliki kesempatan meluncurkan lemparan jauh. Hasil pada menit ke-90 lemparan Fabio menciptakan ancaman di dalam kotak penalti tim junior Taegeuk Warriors hingga berujung handball di kotak penalti.
Evandra Florasta yang mengeksekusi penalti berhasil membobol gawang lawan lewat tembakan rebound setelah eksekusi penaltinya sempat diblok kiper lawan.
Sebelum pertandingan melawan Korea Selatan, Fabio pernah memperlihatkan lemparan ke dalam yang menjadi assist tepatnya dalam laga Timnas Indonesia U-16 vs Singapura di Piala AFF U-16 2024.
Pemain jebolan Elite Pro Academy (EPA) Persija Jakarta itu mengambil ancang-ancang yang cukup jauh. Bola yang dilempar Fabio kemudian disundul Mierza Firjatullah dan bersarang di gawang lawan.
Lemparan ke dalam Fabio bisa menjadi alternatif serangan lagi dalam laga selanjutnya yang akan dihadapi Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025.
(nva/rhr)