Jakarta, CNN Indonesia --
Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan yang digunakan militer Amerika Serikat untuk menyerang wilayah di negaranya, Senin (1/6).
Melalui siaran kantor berita Fars dan media pemerintah Iran lainnya, IRGC mengatakan pangkalan ini dipakai AS untuk menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan bagian selatan, beberapa jam yang lalu di hari yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyusul agresi tentara AS terhadap sebuah menara komunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan, satu jam lalu, jet tempur Angkatan Dirgantara IRGC menargetkan pangkalan udara tempat asal serangan tersebut dan target yang telah diprediksi berhasil dihancurkan," demikian bunyi laporan tersebut seperti dikutip Al Jazeera.
Meski begitu, IRGC tidak mengungkap detail lokasi pangkalan itu.
Namun, tak lama setelah serangan Iran terjadi, kantor berita Kuwait KUNA melaporkan sistem pertahanan udara negara itu, lokasi pangkalan besar AS berada, mencegat serangan rudal dan drone pada Senin.
Kuwait belum mengungkap secara resmi detail serangan rudal dan drone tersebut, dan siapa pelakunya.
Namun, Kuwait dan sejumlah negara Arab lainnya turut menjadi target serangan balasan Iran atas AS dan Israel lantaran negara-negara itu menampung sederet pangkalan militer Negeri Paman Sam.
Dikutip Reuters, AS dan Iran secara sporadis masih saling melancarkan serangan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April lalu. Meski begitu, jalur diplomasi yang rapuh masih diupayakan untuk mencapai kesepakatan yang lebih permanen soal mengakhiri perang.
Pertukaran serangan terbaru juga terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Serangan AS di pesisir Teluk Iran pada akhir pekan, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) merupakan respons atas "tindakan agresif Iran yang mencakup penembakan jatuh drone MQ-1 milik AS yang beroperasi di atas perairan internasional."
"Jet tempur AS dengan cepat merespons dengan menghancurkan sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone serang satu arah yang menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di perairan kawasan," kata CENTCOM.
CENTCOM menambahkan pihaknya akan terus melindungi aset dan kepentingan AS selama gencatan senjata berlangsung.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
12

















































