Tito Optimistis Bansos Pascabencana Sumatra akan Dongkrak Daya Beli

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian menilai rangkaian penyaluran bantuan sosial (bansos)di wilayah tersebut akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya, meningkatkan daya beli.

"Masyarakat dikasih uang agar mereka bisa belanja. Kalau ada belanja, maka pasti akan ada pedagang. Ada demand, permintaan, pasti akan ada supply, sehingga supply bisa masuk, perdagangan bisa jalan, pasar bisa jalan," ujar Kasatgas Tito pada Penyerahan Bantuan Pemerintah untuk Penanganan Korban Bencana Alam di Wilayah Sumatra di Pendopo Bupati Aceh Timur, Aceh, Senin (16/3).

Pada kesempatan yang sama, Tito menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atas menyalurkan bantuan yang dilakukan secara simbolis ke Aceh Timur melalui PT Pos Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, bencana alam yang melanda wilayah Sumatra, termasuk Aceh Timur, telah berdampak besar bagi perekonomian daerah. Penyaluran bansos oleh pemerintah selain dapat dimanfaatkan masyarakat, juga bakal menggerakkan roda perekonomian.

"Dan ini sama. Semua daerah lain diharapkan demikian. Itulah gunanya bantuan-bantuan seperti ini," katanya.

Tito memastikan, penyaluran bantuan ini bukan yang terakhir. Jika ke depan masih ditemukan masyarakat yang membutuhkan dan datanya dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah akan menambah bantuan tersebut.

Ia memaparkan, karakteristik bencana alam yang melanda Sumatra sangat berbeda dengan bencana alam lainnya di Indonesia. Peristiwa bencana di Sumatra melanda 52 daerah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dengan kondisi yang tidak merata. Karena itu, Satgas PRR melakukan proses pendataan secara bergelombang.

"Kita kalau nunggu selesai data semua baru kemudian dibagikan, atau dibuatkan huntara, nanti (proses pemulihan) akan lama," ujar Tito.

Mengacu pada kondisi data tersebut, Satgas PRR mengklasifikasikan jenis kerusakan rumah menjadi rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat/hilang. Masyarakat yang mengalami kerusakan rumah pun menerima bantuan stimulan berdasarkan data yang diajukan dan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Yang perlu bantuan stimulan ekonomi, yang perlu bantuan perabotan, uang lauk pauk secepatnya kirim aja dulu. Setelah diverifikasi BPS, kemudian baru kita serahkan kepada BNPB kalau untuk rumah. Dan untuk bantuan orang kepada Menteri Sosial," pungkas Tito.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |