Jakarta, CNN Indonesia --
Ucapan minal aidin wal faizin sangat umum digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika merayakan Idul Fitri.
Meski sudah tidak asing terdengar, tetapi masih ada orang yang kebingungan mengenai tulisan minal aidin wal faizin yang tepat. Lantas, bagaimana penulisan minal aidin wal faizin yang benar?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minal aidin wal faizin merupakan ungkapan yang berasal dari bahasa Arab dan telah menjadi bagian yang sangat dikenal dalam tradisi dakwah di Indonesia.
Secara bahasa, minal aidin berarti "semoga kita termasuk golongan orang-orang yang kembali", yang merujuk pada kembali ke fitrah, yaitu kesucian atau agama yang benar. Sementara itu, al faizin berasal dari kata fauz yang berarti 'keberuntungan'.
Tulisan minal aidin wal faizin
Berikut tulisan minal aidin wal faizin Arab, Latin, dan artinya yang dihimpun dari berbagai sumber:
مِنَ الْعَائِدِيْن وَالْفَائِزِيْن
"Minal 'aidiin wal faaiziin."
Artinya: "(semoga kita semua) tergolong orang yang kembali (ke fitrah) dan menuai kemenangan (dengan meraih surga)"
Selain itu, ada juga variasi dari kalimat minal aidin wal faizin yang dilengkapi dengan beberapa kata tambahan, yaitu:
جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائدِيْنَ والفَائِزِينَ
"Ja'alanallohu waiyyakum minal aidin wal faizin."
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita semua tergolong orang-orang yang kembali (fitrah) dan berhasil (dalam ibadah)."
Makna minal aidin wal faizin
Mengutip dari buku Dakwah Cerdas: Ramadhan, Idul Fitri, Walimatul Hajj dan Idul Adha yang ditulis Dra. Udji Asiyah, MSi., dijelaskan bahwa kata minal aidin berarti golongan orang yang kembali, yakni kembali ke fitrah atau kesucian.
Kemudian, wal faizin bermakna golongan orang yang menang, yaitu menang melawan hawa nafsu. Jadi, minal aidin wal faizin artinya "semoga kita termasuk golongan yang kembali ke fitrah dan meraih kemenangan".
Ungkapan ini biasanya diawali dengan ja'alanallah, sehingga menjadi ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin yang artinya "semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (fitrah) dan menjadi pemenang".
Meski begitu, menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, frasa ini tidak ditemukan dalam Al Quran sehingga maknanya hanya dapat dipahami secara bahasa.
Anjuran ucapan Idul Fitri yang benar
Menurut Quraish Shihab lewat kanal YouTube-nya yang berjudul Idul Fitri Bukanlah Hari Kemenangan, ada beberapa tradisi dalam masyarakat Indonesia yang perlu dikaji ulang berdasarkan ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi.
Salah satunya adalah kebiasaan mengucapkan minal aidin wal faizin saat Idul Fitri. Sebenarnya, Rasulullah Saw mengajarkan doa yang berbeda, yaitu:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
"Taqabbalallahu minna wa minkum."
Artinya: "Semoga Allah Swt berkenan menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian semua."
Doa ini mencerminkan sikap rendah hati dan harapan agar amal ibadah diterima oleh Allah Swt, bukan keyakinan bahwa kita telah menang atau pasti diterima amalannya.
Itulah penjelasan mengenai tulisan minal aidin wal faizin, makna, dan anjuran mengucapkan Idul Fitri yang benar. Semoga bermanfaat.
(gas/juh)