UEA Disebut 'Diam-diam' Ikut AS-Israel Perangi Iran, Kok Bisa?

5 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melancarkan serangan militer terhadap Iran selama perang antara Amerika Serikat vs Iran pecah sejak 28 Februari.

Jika terkonfirmasi, manuver UEA ini menandai eskalasi besar yang secara efektif mengubah negara Teluk itu menjadi "pihak yang terlibat aktif" dalam perang AS-Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan The Wall Street Journal (WSJ) menyebut pasukan UEA melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan, Iran, di Teluk Persia pada awal April lalu.

Serangan itu dilaporkan terjadi bertepatan dengan periode ketika Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan gencatan senjata setelah lima pekan perang berlangsung.

"Serangan-serangan tersebut, yang tidak pernah diakui secara terbuka oleh UEA, termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan, Iran, di Teluk Persia," demikian isi laporan WSJ tersebut seperti dikutip Palestinian Chronicle.

Menurut surat kabar itu, serangan terhadap kilang Iran tersebut "memicu kebakaran besar dan membuat sebagian besar kapasitas operasionalnya lumpuh selama berbulan-bulan".

Iran kemudian mengonfirmasi fasilitas itu diserang dalam apa yang disebutnya sebagai "serangan musuh" dan membalas dengan meluncurkan "rentetan serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait".

Laporan WSJ juga menyebut Washington diam-diam mendukung keterlibatan Abu Dhabi dalam perang tersebut.

"AS tidak kecewa dengan serangan itu karena gencatan senjata saat itu belum benar-benar berlaku sepenuhnya, dan secara diam-diam menyambut partisipasi UEA serta negara-negara Teluk lain yang ingin ikut dalam pertempuran," kata salah satu sumber kepada surat kabar tersebut.

Kementerian Luar Negeri UEA menolak mengomentari langsung tuduhan itu, tetapi merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan "hak negara tersebut untuk merespons, termasuk secara militer, terhadap tindakan permusuhan".

Sejak digempur AS dan Israel pada 28 Februari lalu, Iran memang melancarkan rentetan serangan balasan yang menargetkan situs-situs militer AS di sejumlah negara Arab, termasuk UEA.

Namun, seiring berjalannya waktu, serangan-serangan ke negara Arab, terutama UEA, semakin intens. Beberapa kali serangan udara juga menyasar fasilitas publik hingga kilang minyak UEA.

Iran-UEA 'diam-diam' berperang hingga Kolusi dengan Israel

Laporan WSJ juga memaparkan intervensi UEA semakin dalam di perang AS vs Iran karena perubahan strategi merespons intensitas serangan udara yang makin intens terhadap negaranya.

Iran dilaporkan meluncurkan "lebih dari 2.800 rudal dan drone" ke UEA selama perang dengan AS pecah. Menurut WSJ, jumlah ini "jauh lebih banyak dibanding negara lain, termasuk Israel".

Serangan-serangan itu sangat mengganggu ekonomi UEA, termasuk sektor penerbangan, pariwisata, dan pasar properti, serta memicu "gelombang cuti paksa dan PHK".

WSJ menyebut serangan itu mendorong Abu Dhabi mengambil sikap yang lebih konfrontatif terhadap Teheran.

"Serangan-serangan itu telah menyebabkan perubahan mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, yang kini melihat Iran sebagai aktor liar yang berupaya merusak model ekonomi dan sosial negara," kata para pejabat UEA kepada surat kabar itu.

Spekulasi mengenai keterlibatan UEA dalam perang AS-Israel ke Iran sebenarnya telah beredar sejak Maret, ketika jet tempur tak dikenal dilaporkan terlihat beroperasi di atas wilayah Iran.

Para peneliti yang dikutip dalam WSJ merujuk pada gambar-gambar yang diduga memperlihatkan jet tempur Mirage buatan Prancis dan drone Wing Loong buatan China beroperasi di Iran. Keduanya alutsista ini digunakan di angkatan bersenjata UEA.

Laporan WSJ juga menyebut UEA mendukung rancangan resolusi PBB yang mengizinkan penggunaan kekuatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Selama ini, UEA juga berusaha mengisolasi kepentingan finansial Iran dengan membatasi visa serta menutup lembaga-lembaga yang terkait Iran di Dubai.

Sementara itu, Teheran juga berulang kali menuduh UEA bekerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat dalam upaya perang tersebut.

Laporan ini juga muncul kala UEA disebut menerima kunjungan rahasia PM Benjamin Netanyahu selama perang AS-Iran berlangsung. Kunjungan diam-diam ini baru diungkap langsung oleh kantor Netanyahu, namun dibantah mentah-mentah oleh Kementerian Luar Negeri UEA melalui pernyataan.

Dalam pernyataannya, Kemlu UEA turut membantah tidak pernah ada kunjungan petinggi militer hingga intelijen Israel ke Abu Dhabi, termasuk soal kesepakatan tertentu antara kedua negara.

"UEA meminta media untuk menjunjung akurasi dan profesionalisme, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau mendorong narasi politik yang menyesatkan," papar Kemlu UEA.

[Gambas:Twitter]

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |