WHO: Lima Pasien Pulih dari Ebola Langka di Kongo Timur

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Lima pasien dilaporkan telah pulih dari jenis Ebola yang tergolong langka, yakni Bundibugyo. Hal ini disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Minggu (31/5), saat Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berkunjung ke Kota Bunia, Provinsi Ituri, Kongo Timur.

"Empat orang akan dipulangkan hari ini dan ada satu orang yang dipulangkan dua hari yang lalu," ujar Tedros saat pembukaan pusat perawatan Ebola baru di Bunia, seperti diberitakan AP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu saja, kami masih berupaya mengembangkan vaksin dan pengobatan, tetapi itu tidak berarti bahwa orang tidak dapat pulih dari Ebola," Tedros menambahkan.

WHO sebelumnya mengumumkan pada Jumat (29/5) bahwa seorang pasien pulih dari virus Ebola Bundibugyo, jenis Ebola yang sedang menjadi fokus wabah saat ini. Virus ini disebut belum memiliki pengobatan atau vaksin yang disetujui.

Kepulangan pasien tersebut menjadi kasus pemulihan yang terdokumentasi pertama dari pasien Bundibugyo yang terkonfirmasi dalam wabah yang sedang berlangsung.

Berdasarkan data resmi terbaru yang dirilis WHO, jumlahnya mencakup 906 kasus dan 223 kematian. Di sisi lain, negara tetangga Uganda mengonfirmasi sembilan kasus dan satu kematian, menurut Kementerian Kesehatan Uganda pada Jumat.

Meski ada kabar pemulihan, penularan virus masih berlangsung lebih cepat dibanding respons yang disiapkan.

Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas pada Sabtu (30/5) menyatakan, fasilitas kesehatan yang kini lebih tertata dan kedatangan bantuan baru belum cukup untuk mengejar laju penularan.

MSF menyerukan perluasan pengujian virus, penempatan petugas bantuan secara lebih cepat, serta akses berkelanjutan terhadap pasokan medis.

Dalam peresmian pusat perawatan pada Minggu, Tedros menekankan pentingnya melibatkan komunitas dalam penanganan wabah.

"Jika Anda datang ke fasilitas kesehatan saat mengalami gejala, Anda bisa mendapatkan dukungan dan pulih, jadi kuncinya adalah datang sedini mungkin dan mendapatkan dukungan yang diperlukan," tutur Tedros.

Ia menambahkan, Ebola bisa dihentikan dan siapa pun yang terinfeksi juga bisa sembuh. Asalkan penanganan virus ini menjadi perhatian semua orang dan setiap warga perlu terlibat.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |