Alasan Pemain Senegal Berhenti Mogok Main: 'Singa' Masuk Ruang Ganti

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Hati pemain Senegal sudah bulat mogok tanding di final Piala Afrika 2025, tetapi ada 'singa' yang membuat mereka berubah pikiran.

Pada pengujung babak kedua di Stadion Prince Moulay Abdellah pada Minggu (18/1) malam itu, hati dan pikiran pemain Senegal begitu kalut. Mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Saat pelatih Pape Thiaw meminta mereka menepi dan mogok bertanding, mau tak mau menurut. Keputusan wasit memberi penalti pada Maroko membuat api semangat mereka padam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, sebelumnya, pada injury time yang sama, gol Senegal dibatalkan. Dua kejadian yang hanya berselang dua menit ini membuat amarah pemain Senegal memuncak.

"Yang kami rasakan adalah sedikit ketidakadilan. Sebelumnya, kami pikir seharusnya kami sudah mencetak gol dan wasit tidak menggunakan VAR," kata Pape Gueye, dilansir dari AP.

Ketika hampir semua pemain meninggalkan lapangan, termasuk pelatih yang masuk ke ruang ganti, ada satu pemain yang api perjuangannya belum padam: Sadio Mane.

Ia berteriak-teriak dan meminta rekan-rekannya kembali ke dalam lapangan. Yang berada di pinggir lapangan pun masuk lagi ke lapangan. Mane lantas berlari ke ruang ganti.

Sejurus kemudian, semua keluar dan masuk lagi ke lapangan. Pertandingan dilanjutkan. Penalti untuk Maroko tak berubah. Brahim Diaz yang jadi algojo, ternyata gagal menjalankan tugas.

Mamadou Camara mengisahkan, saat Mane masuk ke ruang ganti, semua terdiam. Tak ada yang berani melawan. Malam itu, di ruang ganti, Mane tampak seperti Singa Teranga, julukan Senegal.

"Kami berada di ruang ganti. Dia satu-satunya yang datang sambil berteriak, menyuruh kami keluar dan menyelesaikan pertandingan. Dan pada akhirnya, dia benar," kata Camara.

"Kami keluar. Kami mendengarkannya, karena jika Sadio berbicara, semua orang mendengarkan. Kami mendengarkannya dan pada akhirnya semuanya berjalan baik untuk kami."

Benar saja, kekalahan yang hampir di depan mata, malah berbuah kemenangan. Setelah Diaz gagal penalti, pertandingan dilanjutkan tambahan waktu dan Gueye mencetak gol 'emas'.

"Kami tahu bahwa hari ini penting memenangkan trofi. Kami semua bertekad untuk memenangkannya berkat Sadio, dan kami melihat apa yang dia lakukan hari ini," kata Lamine Camara.

[Gambas:Video CNN]

(abs)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |