Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin Selat Hormuz akan kembali dibuka "dalam waktu yang tidak terlalu lama." Hal itu disampaikan saat situasi Iran dan AS belum sepenuhnya mereda dan baru mau negosiasi di Pakistan.
Namun, ia belum membeberkan secara rinci langkah yang akan ditempuh Washington untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara lain menggunakan selat itu. Jadi kami memang punya negara-negara lain yang datang, dan mereka akan membantu," kata Trump, dikutip dari Reuters.
Trump mengakui upaya membuka kembali Selat Hormuz bukan perkara mudah. Namun, ia tetap optimistis jalur itu bisa kembali beroperasi dalam waktu dekat.
"Itu tidak akan mudah. Saya akan mengatakan ini, kami akan membuka itu segera," ujarnya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi pasokan energi dunia. Sekitar 20 persen pengiriman minyak global dan gas alam cair melewati selat sempit tersebut.
Karena itu, blokade yang dilakukan Teheran sejak perang dengan Iran pecah disebut memicu salah satu gangguan terburuk dalam sejarah terhadap pasokan energi global.
Kondisi tersebut ikut mendorong lonjakan harga minyak dan mengguncang pasar dunia, sementara lalu lintas kapal di kawasan itu hingga kini masih terhenti.
Di tengah situasi tersebut, Trump juga disebut kecewa terhadap sekutu-sekutu NATO yang dinilai belum cukup membantu pengamanan Selat Hormuz.
Reuters melaporkan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, usai bertemu Trump, telah menyampaikan kepada pemerintah-pemerintah Eropa bahwa Presiden AS menginginkan komitmen konkret dalam hitungan hari untuk membantu mengamankan selat itu pada Kamis (9/4).
Trump sempat mengumumkan gencatan senjata yang rapuh dengan Teheran, hingga kini pergerakan kapal melalui Selat Hormuz masih belum pulih.
Ketegangan di kawasan memuncak setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran lalu membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Serangan AS-Israel ke Iran dan serangan Israel ke Lebanon dilaporkan telah menewaskan ribuan orang serta memaksa jutaan lainnya mengungsi.
(anm/chri)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
2
















































