Surabaya, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan kondisi banjir luapan yang menerjang wilayah barat Kabupaten Situbondo sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) dini hari. Dalam kejadian itu dua orang warga dinyatakan hilang terseret arus.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan banjir tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Situbondo sejak Sabtu sore. Hal ini menyebabkan debit air meluap ke ribuan permukiman warga di enam kecamatan.
"Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan beberapa wilayah di bagian barat Kabupaten Situbondo mengalami banjir akibat meluapnya debit air pada pukul 18.00 WIB," kata Satriyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir luapan ini meluas di sepanjang wilayah barat Situbondo yang mencakup enam kecamatan. Di Kecamatan Banyuglugur, luapan air merendam Desa Lubawang dan Kalianget.
Sementara di Kecamatan Besuki, dampak banjir dirasakan warga di Desa Besuki dan Kalimas. Sebaran dampak paling luas terjadi di Kecamatan Jatibanteng yang meliputi Desa Jatibanteng, Wringinanom, Patemon dan Sumberanyar.
Selain itu, luapan air juga menerjang Kecamatan Mlandingan, tepatnya di Desa Sumberpinang, Selomukti, dan Mlandingan Kulon. Wilayah Kecamatan Kendit turut terdampak di enam titik desa, yakni Desa Kendit, Klatakan, Kukusan, Rajekwesi, Tambak Ukir dan Bugeman. Banjir juga dilaporkan merendam permukiman di Desa Kotakan dan Desa Lugundang, Kecamatan Situbondo.
Berdasarkan data BPBD Jatim, setidaknya dua orang dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Jatibanteng, yakni Tohari (40) warga Desa Patemon dan Jaelani warga Desa Sumberanyar.
"Desa Patemon orang dalam pencarian 1 jiwa, di Desa Sumberanyar orang dalam pencarian 1 jiwa," ucapnya.
Sedangkan dampak kerusakan infrastruktur tersebar di beberapa titik. Di Kecamatan Jatibanteng, akses transportasi terganggu akibat jalan penghubung yang terputus. Selain itu, empat unit warung di Desa Wringinanom dilaporkan mengalami kerusakan.
"Secara total, kerusakan mencakup tiga unit rumah, sembilan unit toko dan warung, empat titik Tembok Penahan Tanah (TPT), serta dua unit jembatan yang rusak di Kecamatan Kendit," ucapnya.
Satriyo menyebut, memasuki hari kedua pascabencana, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan difokuskan pada upaya pembersihan sisa material banjir dan pencarian dua korban hilang.
"Banjir sudah dilaporkan berangsur surut Minggu (8/3) pukul 03.00 WIB kondisi banjir di masing-masing wilayah terdampak terpantau surut total. TRC BPBD Provinsi Jawa Timur bersama unsur terkait melaksanakan pembersihan material lumpur dan sisa material banjir di lokasi terdampak guna memperlancar akses," lanjutnya.
Saat ini, kata Satriyo, cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Damkar, Satpol PP, hingga unsur masyarakat terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya banjir susulan serta memaksimalkan kerja bakti di lingkungan warga yang terdampak lumpur.
(frd/isn)

2 hours ago
3
















































