Surabaya, CNN Indonesia --
Banjir melanda delapan (8) kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim). Sejumlah infrastruktur pun mengalami kerusakan parah. Berdasarkan data BPBD terbaru, tercatat lima jembatan terputus total, sementara tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, kerusakan ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi secara berturut-turut pada 11, 16, dan 17 Januari 2026.
"Terdapat lima jembatan putus, yakni di Dusun Beji Desa Banjarsari, jembatan penghubung Desa Jangur-Desa Sumberbendo, jembatan penghubung Desa Brani Wetan-Desa Sumbersecang, jembatan di Dusun Mendek Kulon Desa Sumberkramat, serta jembatan di Desa Kalianan," kata Oemar, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain titik-titik tersebut, kerusakan juga menimpa jembatan yang menghubungkan Desa Ambulu-Sumberbendo, Desa Satreyan-Sumbersecang, serta jembatan di wilayah Desa Betektaman.
Terputusnya jembatan-jembatan itu menghambat transportasi dan aktivitas harian warga. Oemar menegaskan pihaknya tengah mengupayakan langkah cepat bersama dinas terkait untuk melakukan perbaikan.
"Kerusakan dan putusnya jembatan ini berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk penanganan darurat dan rencana perbaikan," tuturnya.
Meski akses utama terputus, Oemar memastikan tidak ada desa yang benar-benar terisolir. Warga saat ini menggunakan jalur memutar yang lebih jauh atau mengandalkan infrastruktur sementara.
"Kami masih berkoordinasi dengan OPD dan pemerintah desa untuk menentukan prioritas pembangunan dan perbaikan jembatan. Sementara itu, warga juga membangun jembatan darurat secara swadaya," kata dia.
Banjir tidak hanya menyasar jembatan, melainkan juga merusak delapan unit plengsengan sungai akibat luapan debit air. Selain itu, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang menyebabkan ambruknya ruang kelas di SDN Sumberkare 1, Kecamatan Wonomerto.
"Tim BPBD telah turun ke lapangan untuk menilai keamanan bangunan sekolah tersebut agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan," katanya.
Tak hanya itu, Kabupaten Probolinggo juga menghadapi berbagai bencana sekaligus, mulai dari tanah longsor di Kecamatan Krucil hingga banjir yang merata di wilayah barat dan timur, seperti Sumberasih dan Tongas.
Oemar meminta seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BPBD akan terus siaga dan hadir dalam upaya penanganan serta mitigasi bencana," tutup Oemar.
(dal/frd/dal)

3 hours ago
1
















































